FAKFAK,PinFunPapua.com – Komandan Kodim (Dandim) 1803/Fakfak, Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd., menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah bersama Keluarga Besar Arguni di Gedung KONI Kabupaten Fakfak, Sabtu (5/9/2026).
Kehadiran Dandim 1803/Fakfak tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan kuatnya nilai keagamaan dan tradisi yang terus dijaga masyarakat Arguni dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Dandim hadir didampingi Ketua Persit KCK Cabang XIV Kodim 1803/Fakfak, Bia Wahlin. Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, Raja Arguni Hanafi Pauspaus, serta tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Arguni.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu dihadiri ratusan warga. Suasana religius dan penuh kebersamaan terasa sepanjang kegiatan melalui lantunan Barzanji, shalawat, rebana, serta perpaduan tifa dan hadrah yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid.
Dandim 1803/Fakfak, Letkol Inf Wahlin Rahman, mengatakan kehadirannya merupakan bentuk penghormatan atas undangan Keluarga Besar Arguni sekaligus kesempatan untuk memperkuat silaturahmi dengan masyarakat.
“Kami berterima kasih atas undangan dari Keluarga Besar Arguni. Kegiatan seperti ini menjadi kesempatan bagi kami untuk bersilaturahmi dan bersama-sama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujar Letkol Wahlin.
Di Kabupaten Fakfak, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki kekhasan tersendiri melalui tradisi Maulid Turunan yang hingga kini masih terus dilestarikan masyarakat.
Dalam lingkungan Keluarga Besar Arguni, Maulid Turunan menjadi bagian dari tradisi Mumwa Afoit Diker Eter. Pelaksanaannya tahun ini dilaksanakan secara bersama-sama oleh lima marga, yakni Ombesapu Rume, Saiyof Rume, Rumosan Rume, Turua Rume, dan Karor Rume.
Tradisi tersebut menjadi salah satu wujud kuatnya perpaduan nilai keislaman, adat, dan kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun di tengah masyarakat Arguni.
Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Keluarga Besar Arguni kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur serta harapan agar semangat keteladanan Nabi Muhammad SAW terus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
(Jurnalis : Risman Bauw).
