FAKFAK,PinFunPapua.com – Di tengah pelaksanaan latihan Gladi Posko Penanggulangan Bencana Alam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kodim 1803/Fakfak menunjukkan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak berhenti di lapangan latihan.
Di sela kegiatan, personel TNI turun langsung membantu masyarakat dengan menyalurkan air bersih kepada warga Kampung Torea, tepatnya di sekitar Eks Bandara Udara Torea, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Rabu (23/9/2026).
Aksi sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Gladi Posko Penanggulangan Bencana Alam Karhutla Kodim 1803/Fakfak. Latihan dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan, kesiapsiagaan, serta koordinasi personel dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan.
Di sela-sela latihan dan praktik lapangan di sekitar kawasan Eks Bandara Udara Torea, personel Kodim 1803/Fakfak menyempatkan diri menyalurkan air bersih bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan.
Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi warga, sekaligus menunjukkan bahwa latihan penanggulangan bencana harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat di wilayah tugas.
Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf Wahlin Rahman mengatakan, latihan penanggulangan bencana tidak semata-mata bertujuan meningkatkan kemampuan personel, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kepekaan terhadap kondisi masyarakat.
“Di sela pelaksanaan Gladi Posko ini, kami juga berupaya hadir membantu masyarakat, salah satunya dengan menyalurkan air bersih. Ini merupakan bentuk kepedulian Kodim 1803/Fakfak kepada masyarakat, sekaligus wujud nyata bahwa kehadiran TNI harus dapat memberikan manfaat, terutama ketika masyarakat membutuhkan,” ujar Dandim.
Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dibangun melalui latihan yang terencana, koordinasi yang kuat dan kemampuan personel dalam mengambil tindakan secara cepat dan tepat.
“Latihan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana, khususnya Karhutla. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita selalu peka terhadap kondisi masyarakat dan dapat bergerak cepat membantu ketika dibutuhkan,” tambahnya.
Penyaluran air bersih tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak hanya dibutuhkan ketika bencana terjadi. Kepedulian dan tindakan nyata juga penting sebagai bagian dari upaya membangun hubungan yang kuat antara TNI dan masyarakat.
Bagi warga yang membutuhkan, air bukan sekadar kebutuhan sehari-hari. Air adalah bagian penting dari kehidupan. Karena itu, bantuan sederhana sekalipun dapat memiliki arti besar ketika diberikan pada saat yang tepat.
“Bencana mengajarkan manusia untuk bersiap, tetapi kemanusiaan mengajarkan kita untuk peduli. Sebab, kesiapsiagaan akan menjadi lebih berarti ketika kemampuan yang dimiliki digunakan untuk membantu mereka yang membutuhkan.”
Melalui kegiatan tersebut, Kodim 1803/Fakfak menegaskan bahwa latihan penanggulangan bencana bukan hanya tentang bagaimana personel siap menghadapi ancaman Karhutla, tetapi juga bagaimana TNI mampu hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib dan lancar.
(Jurnalis : Risman Bauw).
