Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat, Drs. Ali Baham Temongmere, MTP
MANOKWARI, PinFunPapua.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat mendapat apresiasi dan penghargaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia atas keberhasilan menyelenggarakan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari dengan aman, lancar, dan sukses.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam Musyawarah Nasional (Munas) evaluasi pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV sekaligus persiapan Pesparawi Nasional XV yang akan dilaksanakan di Palu.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV yang berlangsung di Manokwari pada 17 hingga 21 Juni 2026. Berdasarkan laporan pelaksanaan kegiatan tersebut, Papua Barat mendapat penilaian positif dari Kementerian Agama sebagai daerah yang dinilai berhasil menyelenggarakan Pesparawi secara baik.
Pihak Kementerian Agama memberikan apresiasi atas kemampuan Papua Barat dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, lancar, dan sukses, meskipun penyelenggaraan menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam aspek transportasi, akomodasi, dan kebutuhan pendukung lainnya.
Dalam rapat resmi tersebut, Menteri Agama Republik Indonesia turut menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat. Penghargaan kemudian diberikan kepada Papua Barat sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan dalam menyelenggarakan kegiatan nasional keagamaan tersebut.
Selain penghargaan, Papua Barat juga menerima cenderamata berupa maskot yang menggambarkan konduktor dengan nada dasar sol, mi, do. Cenderamata tersebut menjadi simbol apresiasi atas penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV.
Pemerintah Provinsi Papua Barat menyambut apresiasi tersebut dengan rasa syukur. Keberhasilan penyelenggaraan Pesparawi dinilai tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN), panitia, masyarakat, hingga berbagai unsur yang terlibat dalam mendukung kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Barat atas nama Gubernur Papua Barat selaku Ketua Umum Pesparawi Nasional XIV menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja bersama menyukseskan kegiatan tersebut.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada para pimpinan OPD yang ditugaskan sebagai bapak asuh selama pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV.
Keterlibatan para pimpinan OPD sebagai bapak asuh dinilai memberikan kesan positif dalam pelaksanaan kegiatan. Peran tersebut tidak hanya membantu kelancaran pelayanan kepada kontingen, tetapi juga menunjukkan bentuk tanggung jawab dan keterlibatan langsung aparatur pemerintah dalam menyukseskan agenda nasional.
Konsep bapak asuh tersebut bahkan dinilai menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam evaluasi penyelenggaraan Pesparawi. Sistem tersebut diharapkan dapat menjadi contoh dan diterapkan kembali pada penyelenggaraan Pesparawi Nasional XV di Palu.
Dalam penyelenggaraan Pesparawi Nasional XV mendatang, keterlibatan ASN juga akan diperkuat sebagai bagian dari dukungan pemerintah dalam memastikan kegiatan dapat berjalan dengan baik.
“Bapak asuh itu ternyata berkesan sekali dan itu menjadi contoh untuk juga akan dilakukan atau dilaksanakan di Palu di seluruh ASN yang terlibat di Pesparawi Nasional,” ujar perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Selain Pesparawi, Papua Barat juga mendapat kepercayaan untuk terlibat dalam penyelenggaraan agenda keagamaan lainnya. Pemerintah Provinsi Papua Barat akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan keagamaan sebagai bagian dari komitmen menjaga kerukunan dan kehidupan masyarakat yang beragam.
Bahkan, Papua Barat mendapat kepercayaan untuk mempersiapkan kontingen dalam Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik yang akan dilaksanakan di Manado pada tahun mendatang.
Perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Barat juga menyampaikan bahwa dirinya diminta menjadi Ketua Kontingen Pesparani Provinsi Papua Barat di Manado.
Kepercayaan tersebut menjadi bagian dari kesinambungan dukungan pemerintah daerah terhadap berbagai kegiatan keagamaan di Indonesia. Papua Barat tidak hanya akan fokus pada Pesparawi, tetapi juga memberikan perhatian terhadap berbagai agenda keagamaan lainnya yang melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang agama.
“Pokoknya kita urus yang begitu-begitu saja. Habis Pesparani, MTQ, Konghucu, dan Buddha punya juga kita bawa dan kita bangun terus,” ungkapnya.
Menurutnya, keterlibatan pemerintah dalam berbagai kegiatan keagamaan merupakan bagian dari semangat kebinekaan yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Papua Barat akan terus membangun kebersamaan melalui kegiatan keagamaan yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.“Kita hidup berbineka sebagai komitmen satu bangsa dan satu negara,” tegasnya.
Keberhasilan Papua Barat menyelenggarakan Pesparawi Nasional XIV juga menjadi pengalaman penting bagi pemerintah daerah dalam mengelola agenda nasional berskala besar. Apresiasi dari Kementerian Agama diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan kegiatan nasional di Papua Barat.
Dengan pengalaman tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan keagamaan lintas agama sebagai bagian dari pembangunan kehidupan sosial yang harmonis. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat persatuan sekaligus menunjukkan bahwa keberagaman merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Papua Barat dan Indonesia.
Keberhasilan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari pun menjadi bukti bahwa melalui kerja sama pemerintah, ASN, panitia, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, kegiatan nasional dapat dilaksanakan secara tertib, aman, dan sukses meskipun di tengah berbagai keterbatasan.
Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui Pesparawi dapat terus dipertahankan dan dikembangkan pada berbagai kegiatan keagamaan berikutnya, termasuk Pesparawi Nasional XV di Palu dan Pesparani Katolik di Manado. (red)
