FAKFAK,PinFunPapua.com – Kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat tidak cukup hanya disampaikan melalui program dan perencanaan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan. Semangat itulah yang ditunjukkan Komandan Kodim (Dandim) 1803/Fakfak, Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd., saat turun langsung meninjau pengerjaan sumur bor dalam program Karya Bakti Skala Besar Kodim 1803/Fakfak di Kampung Wamosan, Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Jumat (16/10/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pengerjaan sumur bor berjalan sesuai sasaran dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih yang menjadi salah satu kebutuhan mendasar bagi kehidupan sehari-hari.
Kehadiran Dandim di lokasi pembangunan menjadi bentuk perhatian sekaligus komitmen TNI dalam mengawal pelaksanaan program pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah pelosok Kabupaten Fakfak.
Bagi masyarakat, ketersediaan air bersih bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan menyangkut kesehatan, kebersihan, dan kualitas hidup keluarga. Karena itu, pembangunan sumur bor di Kampung Wamosan diharapkan menjadi solusi yang bermanfaat dan dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
34 RTLH, 41 Sumur Bor, Hingga Pembagunan MCK
Program Karya Bakti Skala Besar Kodim 1803/Fakfak tidak hanya berfokus pada pembangunan sumur bor. Sejumlah sasaran fisik turut dikerjakan dan tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Fakfak.
Sasaran tersebut meliputi rehabilitasi 34 titik rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan 41 titik sumur bor, pembangunan 16 titik mandi, cuci, kakus (MCK), rehabilitasi dua masjid, serta rehabilitasi dua gereja.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya melalui pembangunan infrastruktur dasar yang merata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk mereka yang berada jauh dari pusat perkotaan.
Pembangunan rumah layak huni, penyediaan air bersih, fasilitas sanitasi, serta perbaikan rumah ibadah merupakan bentuk pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kehidupan masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, Dandim 1803/Fakfak didampingi Danramil Tomage Kapten Inf Triana Dharma, tokoh adat Kampung Wamosan, Salassa, perwakilan Baperkam Wamosan, Salawati, serta Babinsa setempat.
Kehadiran Dandim disambut Hangat, Tokoh Adat Ungkap Rasa Bangga
Kehadiran Letkol Inf Wahlin Rahman di tengah masyarakat Kampung Wamosan mendapat sambutan hangat dari tokoh adat, perwakilan Baperkam, dan warga setempat. Mereka menyampaikan rasa syukur serta apresiasi atas perhatian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di kampung tersebut.

Tokoh adat Kampung Wamosan, Salassa, mengungkapkan bahwa kunjungan langsung Dandim ke lokasi pengerjaan sumur bor merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.
“Dari sekian banyak komandan yang pernah menjabat, baru kali ini kami melihat Bapak Dandim hadir langsung di tengah-tengah masyarakat Kampung Wamosan. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami yang tidak disangka-sangka. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada masyarakat,” ungkap Salassa.
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa kehadiran seorang pemimpin di tengah masyarakat memiliki arti tersendiri. Bukan semata-mata tentang jabatan atau kunjungan, melainkan tentang perhatian, kedekatan, dan kesediaan untuk melihat langsung kebutuhan warga.
Bingkisan Sembako, Wujud Kepedulian Kepada Warga
Selain meninjau pengerjaan sumur bor, Letkol Inf Wahlin Rahman juga memberikan bingkisan berupa sembako kepada warga Kampung Wamosan, Distrik Tomage, sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat.
Bantuan tersebut menjadi pelengkap dari kegiatan peninjauan, sekaligus memperlihatkan bahwa perhatian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk tindakan, baik melalui pembangunan fasilitas dasar maupun kepedulian sosial.
Pembangunan sumur bor diharapkan tidak berhenti sebagai proyek fisik semata. Lebih dari itu, keberadaannya diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, dengan dukungan pemeliharaan dan pengelolaan yang baik agar fasilitas tersebut tetap berfungsi serta dapat digunakan masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah program pembangunan tidak hanya diukur dari berapa banyak fasilitas yang dibangun, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.
Pembangunan Sejati Adalah Yang Menyentuh Kehidupan Rakyat
Kehadiran TNI melalui program Karya Bakti Skala Besar di Kabupaten Fakfak menjadi pengingat bahwa pembangunan yang bermakna adalah pembangunan yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Air bersih yang mengalir, rumah yang lebih layak, fasilitas sanitasi yang memadai, serta rumah ibadah yang terawat merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih sehat, nyaman, dan sejahtera.
Ada sebuah prinsip sederhana yang patut menjadi pegangan bersama: “Pemimpin yang baik bukan hanya mereka yang memberi perintah dari kejauhan, melainkan mereka yang bersedia turun langsung, mendengar kebutuhan rakyat, dan memastikan setiap upaya membawa manfaat nyata.”
Sebab, pada hakikatnya, pembangunan bukan sekadar tentang apa yang berhasil didirikan hari ini, tetapi tentang harapan yang tumbuh dan kehidupan masyarakat yang menjadi lebih baik pada hari esok.
Melalui program Karya Bakti Skala Besar ini, diharapkan sinergi antara TNI dan masyarakat terus terpelihara, sehingga pembangunan di wilayah Kabupaten Fakfak dapat berjalan berkelanjutan dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Karena sejatinya, pengabdian tidak selalu diukur dari besarnya kata-kata, tetapi dari manfaat nyata yang ditinggalkan bagi sesama.
(Jurnalis : Risman Bauw).
