FAKFAK,PinFunPapua.com – Menjaga kelestarian pesisir bukan sekadar menanam pohon, melainkan menyiapkan perlindungan bagi lingkungan dan masa depan generasi mendatang. Semangat tersebut ditunjukkan Babinsa Koramil 1803-01/Fakfak, Serka Awaludin Wagab bersama Sertu Frans Indubri, melalui kegiatan pengokeran bibit mangrove di Kampung Air Besar, Distrik Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak, Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian Kodim 1803/Fakfak terhadap pelestarian lingkungan, khususnya dalam mendukung upaya penghijauan dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir di wilayah Kabupaten Fakfak.
Pengokeran merupakan tahap awal penyiapan bibit sebelum ditanam di lokasi yang telah ditentukan. Tahapan ini penting untuk mendukung pertumbuhan bibit agar lebih siap ditanam dan memiliki peluang tumbuh dengan baik di lingkungan pesisir.
Meski terlihat sederhana, penyiapan bibit menjadi bagian penting dari upaya rehabilitasi mangrove. Keberhasilan pelestarian tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang disiapkan, tetapi juga oleh proses penanaman, pemeliharaan, dan keberlanjutan perawatan setelah bibit ditanam.
Mangrove, Benteng Alami Pelindung Pesisir
Komandan Kodim 1803/Fakfak, Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd., menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
“Pelestarian mangrove sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, mencegah abrasi, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis biota laut. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi upaya penyiapan bibit, tetapi juga dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat lingkungan demi masa depan generasi mendatang,” ujar Dandim 1803/Fakfak.
Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pesisir. Akar-akarnya membantu menahan sedimen, mengurangi energi gelombang dalam kondisi tertentu, serta menyediakan tempat berlindung dan berkembang biak bagi berbagai organisme perairan.
Karena itu, keberadaan mangrove perlu dijaga melalui upaya pelestarian yang berkelanjutan. Penanaman harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan jenis mangrove yang tepat, disertai pemeliharaan agar bibit yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.
Babinsa Dorong Kepedulian Lingkungan
Keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pengokeran bibit mangrove juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam, terutama kawasan pesisir yang menjadi bagian penting dari kehidupan warga.
Upaya tersebut membutuhkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sebab, pelestarian lingkungan tidak dapat bergantung pada satu pihak saja, tetapi memerlukan komitmen bersama untuk menjaga, merawat, dan memulihkan ekosistem yang membutuhkan perlindungan.
Melalui kegiatan di Kampung Air Besar, Kodim 1803/Fakfak menegaskan dukungannya terhadap kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Diharapkan penyiapan bibit mangrove ini dapat menjadi langkah awal bagi upaya pelestarian pesisir yang lebih berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan investasi penting bagi kehidupan di masa depan.
“Menanam mangrove hari ini berarti menyiapkan perlindungan bagi pesisir esok hari. Alam yang kita jaga bukan hanya warisan untuk generasi mendatang, tetapi juga titipan yang harus kita rawat dengan tanggung jawab.”
Sebab, pesisir yang lestari tidak tercipta hanya dari banyaknya bibit yang ditanam, tetapi dari kepedulian yang terus tumbuh dan kesediaan untuk merawatnya hingga memberikan manfaat nyata bagi alam dan manusia.
(Jurnalis : Risman Bauw).
