FAKFAK,PinFunPapua.com – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap di Kabupaten Fakfak tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada dunia pendidikan. Di tengah kondisi sekolah yang diliburkan dan pembatasan aktivitas di luar rumah, anak-anak membutuhkan ruang untuk tetap belajar, bermain, dan berinteraksi secara positif.
Menjawab kebutuhan tersebut, personel Polsek Fakfak Timur bersama Tim 16 Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin (Unhas) hadir di Ruang Kitorang (RUKITA), Kampung Weri, Kabupaten Fakfak, Jumat (23/10/2026). Melalui kegiatan belajar dan bermain bersama, anak-anak diajak tetap aktif, ceria, dan tidak kehilangan semangat belajar meski aktivitas sekolah terganggu akibat kabut asap.
RUKITA merupakan ruang kegiatan yang dibentuk oleh Tim 16 Ekspedisi Patriot Unhas sebagai wadah pembelajaran dan interaksi bagi anak-anak, khususnya di kawasan transmigrasi Weri-Saharey. Program ini tidak sekadar menjadi tempat mengisi waktu luang, tetapi juga diharapkan mampu menumbuhkan motivasi belajar serta mendorong anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kapolsek Fakfak Timur, IPTU Nelfince Rumbino, bersama personelnya turut hadir memberikan dukungan. Dengan pendekatan humanis, polisi berbaur bersama anak-anak dalam suasana yang menyenangkan, sekaligus membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat.
“Di tengah situasi karhutla yang membatasi ruang gerak anak-anak, keberadaan RUKITA menjadi alternatif kegiatan yang positif. Anak-anak tetap memperoleh kesempatan untuk belajar dan bermain bersama, tanpa harus kehilangan interaksi sosial yang penting bagi perkembangan mereka”.
Kegiatan RUKITA dijadwalkan berlangsung rutin setiap Senin dan Kamis. Kolaborasi antara Polsek Fakfak Timur dan Tim 16 Ekspedisi Patriot Unhas ini menjadi bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan dan tumbuh kembang anak, terutama ketika kondisi lingkungan belum memungkinkan aktivitas berjalan normal.
Di sisi lain, perlindungan kesehatan anak tetap menjadi perhatian penting. Para orang tua diimbau untuk mendampingi anak selama sekolah diliburkan, memantau kondisi kesehatan mereka, serta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara terdampak kabut asap.
Melalui RUKITA, semangat belajar anak-anak Kampung Weri diharapkan tetap terjaga di tengah situasi yang tidak mudah. Sebab, meski aktivitas sekolah harus terhenti sementara, kesempatan anak-anak untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan tidak boleh ikut terhenti.
(Jurnalis : Risman Bauw).
