Abdurrasyid Wadjo Nahkodai IKB SBT Fakfak 2026–2031., (Foto : Risman Bauw).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Abdurrasyid Wadjo, S.E., M.M., resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Keluarga Besar Seram Bagian Timur (IKB SBT) Kabupaten Fakfak untuk masa khidmat 2026–2031. Terpilihnya Abdurrasyid melalui Musyawarah Daerah (Musda) III menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi sekaligus penguatan persaudaraan masyarakat Seram Bagian Timur di tanah perantauan.
Pemilihan yang berlangsung pada Minggu (25/10/2026) tersebut merupakan puncak dari proses penjaringan bakal calon ketua yang dibuka panitia selama kurang lebih tiga bulan. Tahapan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pemimpin yang memenuhi persyaratan dan siap mengemban tanggung jawab organisasi untuk lima tahun ke depan.
Dalam proses penjaringan, panitia memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik keluarga besar Seram Bagian Timur untuk mendaftarkan diri sebagai calon ketua. Selanjutnya, Steering Committee (SC) melakukan verifikasi administrasi terhadap berkas para bakal calon sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
SC diketuai Mohamad Dani Rumalean, S.Pd.I., M.Pd., dengan Irwansyah Hindom, S.T., sebagai sekretaris. Anggotanya terdiri atas Syarif Kelibia, S.Pd., Nasrun Ashari, S.Sos., Aslan Bukhori Mahubessy, S.Sos., Samad Rumalolas, S.Sos., Febi Triantoro Djarkasi, S.Hi., M.H., dan Lutfi Rumaday, S.Ag., M.M.Pd.
Dari tahapan verifikasi tersebut, Abdurrasyid Wadjo dinyatakan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan panitia hingga akhirnya terpilih secara aklamasi dalam Musda III.
Terpilihnya Abdurrasyid bukan sekadar pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, keputusan musyawarah tersebut menghadirkan harapan agar IKB SBT semakin solid, mampu merangkul seluruh elemen keluarga besar, serta memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Fakfak.
Dalam sambutannya setelah terpilih, Abdurrasyid menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya bukanlah pengakuan atas kehebatan pribadi, melainkan amanah bersama yang harus dijalankan dengan kerendahan hati, ketulusan, dan semangat pengabdian.
Ia menyampaikan bahwa dirinya merupakan bagian dari keluarga besar Seram Bagian Timur yang memiliki akar budaya, nilai persaudaraan, dan cita-cita yang sama untuk membangun organisasi yang lebih maju dan bermartabat.
“Hari ini saya berdiri di hadapan bapak, ibu, dan saudara sekalian bukan sebagai orang yang paling hebat, bukan pula sebagai orang yang paling sempurna. Saya berdiri sebagai bagian dari keluarga besar Seram Bagian Timur yang lahir dari akar budaya yang sama, dibesarkan oleh nilai-nilai persaudaraan yang sama, dan memiliki harapan yang sama untuk melihat kerukunan kita semakin maju, kuat, dan bermartabat,” ungkap Abdurrasyid.
Menurutnya, kekuatan terbesar masyarakat Seram Bagian Timur di tanah perantauan bukan semata-mata terletak pada harta benda maupun kedudukan, melainkan pada persatuan, kebersamaan, dan kesediaan untuk saling membantu dalam berbagai keadaan.
Prinsip tersebut, kata dia, harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan roda organisasi. Sebab, organisasi kerukunan tidak hanya dibangun melalui struktur kepengurusan, tetapi juga melalui kepercayaan, kepedulian, dan keterlibatan seluruh anggotanya.
“Pemimpin yang besar bukanlah mereka yang berdiri paling tinggi di antara sesamanya, melainkan mereka yang bersedia berdiri bersama untuk mengangkat martabat semua orang.”
Sebagai arah kepemimpinannya selama periode 2026–2031, Abdurrasyid mengusung visi mewujudkan Kerukunan Seram Bagian Timur Kabupaten Fakfak yang bersatu, maju, religius, bermartabat, dan sejahtera dalam semangat persaudaraan serta pengabdian kepada masyarakat dan daerah.
Untuk mewujudkan visi tersebut, ia menyiapkan enam misi utama:
Pertama, memperkuat persaudaraan dan persatuan. Seluruh warga Seram Bagian Timur di Kabupaten Fakfak diharapkan dapat bersatu tanpa membedakan kampung, marga, golongan, maupun status sosial.

Kedua, menjaga warisan budaya leluhur. Adat istiadat, bahasa, tradisi, serta nilai-nilai luhur harus tetap dipelihara dan diwariskan kepada generasi penerus agar identitas masyarakat Seram Bagian Timur tidak tergerus oleh perubahan zaman.
Ketiga, memperkuat pembinaan keagamaan dan karakter generasi muda. Organisasi diharapkan menjadi ruang pembinaan untuk melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki tanggung jawab terhadap keluarga dan masyarakat.
Keempat, mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga besar. Semangat kerja sama, gotong royong, dan pengembangan usaha produktif perlu diperkuat agar organisasi tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan anggotanya.
Kelima, membuka ruang partisipasi bagi pemuda dan perempuan. Keterlibatan generasi muda dan perempuan dinilai penting dalam memperluas gagasan, memperkuat regenerasi kepemimpinan, serta mendorong organisasi menjadi lebih dinamis dan inklusif.
Keenam, memperkuat kemitraan dengan seluruh elemen daerah. Hubungan dengan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai komponen masyarakat perlu terus dirawat demi menjaga kedamaian, keharmonisan, serta mendukung pembangunan Kabupaten Fakfak.
Enam misi tersebut menjadi arah yang diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam program kerja nyata, sehingga kepemimpinan baru tidak berhenti pada pernyataan visi dan misi, tetapi menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan anggota dan masyarakat.
Salah satu penekanan penting dalam sambutan Abdurrasyid adalah pandangannya mengenai makna kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa membangun kerukunan bukan pekerjaan seorang ketua semata, melainkan tanggung jawab seluruh anggota yang harus dijalankan melalui partisipasi, komunikasi, dan semangat kebersamaan.
“Ketua hanyalah pelayan organisasi, sedangkan kekuatan sesungguhnya ada pada kebersamaan anggota dan seluruh masyarakat Seram Bagian Timur yang berada di Kabupaten Fakfak,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa jabatan dalam organisasi kerukunan harus ditempatkan sebagai amanah pengabdian, bukan sebagai alat untuk menunjukkan kekuasaan atau memperlebar jarak di antara sesama anggota.
Abdurrasyid mengajak seluruh keluarga besar Seram Bagian Timur untuk meninggalkan perbedaan yang berpotensi meretakkan persaudaraan, mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan, serta menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Ia berharap IKB SBT dapat menjadi rumah besar yang terbuka bagi seluruh anggotanya. Rumah yang memberikan rasa nyaman, menghadirkan kepedulian ketika ada anggota menghadapi kesulitan, dan menjadi tempat saling menguatkan ketika keluarga besar menghadapi tantangan.
“Jabatan boleh berganti, kepengurusan boleh berubah, tetapi persaudaraan jangan sampai terbelah. Sebab, organisasi yang kuat bukan organisasi yang bebas dari perbedaan, melainkan organisasi yang mampu mengelola perbedaan menjadi kekuatan.”
Dalam kesempatan tersebut, Abdurrasyid juga mengajak seluruh masyarakat Seram Bagian Timur, mulai dari Karas, Pulau Tiga, hingga Wamosan Tanah Rata, untuk mengambil bagian dalam membangun organisasi yang inklusif, solid, dan bermanfaat.
Baginya, tidak boleh ada anggota keluarga besar yang merasa ditinggalkan atau berada di luar lingkaran persaudaraan. Seluruh elemen masyarakat perlu mendapatkan ruang untuk berkontribusi sesuai kemampuan, pengalaman, dan potensi masing-masing.
Ia berharap masa kepemimpinannya dapat menjadi momentum untuk mempererat hubungan kekeluargaan, menjaga identitas budaya, meningkatkan keterlibatan generasi muda, serta memperluas kontribusi IKB SBT dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Fakfak.
“Ketika kita bersatu, tidak ada tantangan yang terlalu besar. Ketika kita saling merangkul, tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan. Dan ketika kita berjalan bersama, Kerukunan Seram Bagian Timur akan menjadi organisasi yang dihormati, dicintai, dan memberi manfaat bagi masyarakat Fakfak,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Abdurrasyid memohon doa dan dukungan seluruh keluarga besar Seram Bagian Timur agar amanah kepemimpinan yang dipercayakan kepadanya dapat dijalankan dengan baik. Ia juga berharap Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, memperkuat tali persaudaraan, dan memberkahi setiap langkah yang ditempuh demi kemajuan bersama.
Terpilihnya Abdurrasyid Wadjo secara aklamasi menandai dimulainya tanggung jawab baru bagi kepemimpinan IKB SBT Kabupaten Fakfak. Tantangan berikutnya adalah memastikan persatuan yang tercermin dalam forum musyawarah dapat terus terpelihara dalam pelaksanaan program kerja dan kehidupan organisasi sehari-hari.
Keberhasilan kepemimpinan lima tahun ke depan pada akhirnya tidak hanya diukur dari terselenggaranya kegiatan organisasi, tetapi juga dari seberapa kuat hubungan kekeluargaan terbangun, seberapa besar manfaat yang dirasakan anggota, serta seberapa nyata kontribusi organisasi bagi masyarakat dan daerah.
Musda III IKB SBT diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat konsolidasi internal, membangun regenerasi, mengembangkan potensi ekonomi keluarga besar, dan mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat Kabupaten Fakfak.
Sebab, persaudaraan sejati tidak cukup diucapkan dalam forum musyawarah. Persaudaraan harus dibuktikan melalui kepedulian, kehadiran saat sesama membutuhkan, serta kesediaan untuk mengutamakan kepentingan bersama.
“Persatuan adalah kekuatan, kebersamaan adalah jalan, dan pengabdian adalah bukti dari sebuah kepemimpinan. Pemimpin boleh berganti, tetapi semangat persaudaraan harus tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.”
Dengan semangat tersebut, kepemimpinan Abdurrasyid Wadjo diharapkan mampu membawa IKB SBT Kabupaten Fakfak menjadi organisasi yang semakin solid, inklusif, bermartabat, dan bermanfaat bagi seluruh keluarga besar Seram Bagian Timur.
(Jurnalis : Risman Bauw).
