PinFunPapua.com Manokwari – Pemerintah Provinsi Papua Barat menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-25 provinsi tersebut pada Sabtu (12/10/2024), bertempat di halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai. Upacara ini dipimpin oleh Penjabat Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere, yang bertindak sebagai inspektur upacara.
Dalam sambutannya, Ali Baham Temongmere mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan dapat memperingati hari jadi Provinsi Papua Barat. “Sehingga di pagi hari ini kita dimungkinkan untuk menghadiri peringatan hari ulang tahun Provinsi Papua Barat yang ke-25 dalam suasana sehat walafiat, penuh gembira, dan penuh keakraban,” ujarnya.
Penjabat Gubernur juga menyampaikan perjalanan panjang yang telah dilalui oleh Provinsi Papua Barat dalam mencapai usia 25 tahun. “Tanpa terasa, pada hari ini, 12 Oktober 2024, Provinsi Papua Barat yang kita cintai ini telah berusia 25 tahun. Jika diibaratkan sebuah kapal yang memulai pelayaran, provinsi ini banyak mengalami badai, gelombang, dan hujan yang datang silih berganti,” lanjutnya.
Meskipun banyak tantangan yang dihadapi, Provinsi Papua Barat tetap mampu bertahan. “Apapun yang menerpa provinsi ini, kita masih mampu mengatasi badai politik yang datang silih berganti. Pemerintahan kita tetap eksis dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, demi meningkatkan taraf hidup masyarakat untuk mencapai kehidupan yang layak dan sejahtera di Papua Barat,” kata Temongmere.
Ia juga mengingatkan sejarah kelahiran Provinsi Papua Barat pada 12 Oktober 1999, yang sempat mengalami “mati suri”. Namun, berkat perjuangan dan pengorbanan yang besar, provinsi ini kembali aktif dan terus berkarya untuk kesejahteraan banyak orang. “Karena provinsi ini ada, maka kita semua juga ada di sini, termasuk saya yang berdiri di atas podium ini,” tambahnya.
Ali Baham Temongmere juga menyoroti dua tanggal penting bagi pemerintah dan masyarakat Papua Barat, yaitu 12 Oktober sebagai hari ulang tahun provinsi dan 6 Februari sebagai hari aktifnya kembali provinsi tersebut. “Perlu kita ketahui, tanggal 6 Februari telah ditetapkan menjadi Hari Seni dan Budaya Papua Barat. Itulah sebabnya, kita selalu mengenang dan memperingati hari lahirnya provinsi ini sebagai tanggal bersejarah, sebagai bentuk syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kemurahan-Nya yang memberikan Papua Barat kepada kita semua,” ujarnya.
Dalam rencana pembangunan jangka panjang, Temongmere menyebutkan bahwa saat ini Papua Barat sudah memasuki tahap lima tahun keempat atau RPJMD 2022-2027, yang menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Papua Barat 2025-2030. “RPJMD ini mengacu pada visi pembangunan Papua Barat yang maju, mandiri, bermartabat, dan lestari. Visi ini juga telah sejalan dengan visi otonomi khusus tahap kedua, yaitu untuk jangka panjang 2024-2044, yang mengarahkan Papua menuju masa depan yang sehat, cerdas, dan politis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tutupnya.
Upacara ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari berbagai instansi di Papua Barat. Peringatan ini menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat persatuan dan pembangunan demi kesejahteraan seluruh masyarakat Papua Barat. (JN)
