MANOKWARI, PinFunPapua.com – Abdul Samad Bauw selaku anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) dari Pokja Agama mengatakan dalam waktu dekat akan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Fakfak. Kunjungan ini bertujuan menindaklanjuti hasil seminar Sejarah Masuknya Islam di Papua serta memastikan pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dalam pelestarian situs-situs sejarah Islam di wilayah tersebut.
Dalam kunjungan ini, MRPB akan mengunjungi beberapa lokasi bersejarah, termasuk Kampung Was dan Kampung Gar, yang menjadi tempat masuknya Islam pertama kali di Papua. Selain itu, rombongan juga akan melihat kondisi makam Abdul Ghaffar, masjid pertama yang didirikannya, serta batu tempat pertama kali ia melaksanakan sholat di tanah Papua.
“Dimana saat seminar lalu kami telah melakukan kunjungan bersama dengan Penjabat Gubernur, MUI, dan rombongan lainnya ke lokasi-lokasi bersejarah ini. Makam Abdul Ghaffar dan masjid pertamanya masih ada, begitu pula batu tempat ia pertama kali sholat. Ini bukti nyata bahwa Islam telah hadir di Papua sejak abad ke-14,” ujar Abdul Samad.
Masyarakat setempat, khususnya Kepala Kampung Gar, telah menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung pembangunan museum dan situs wisata religi di daerah tersebut. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah membangun pelindung di sekitar batu bersejarah agar tidak terbawa ombak ke laut. Batu ini, yang diperkirakan telah berusia lebih dari 660 tahun, merupakan simbol penting bagi sejarah Islam di Papua.
MRPB meminta pemerintah daerah segera menindaklanjuti permintaan ini dengan membangun fasilitas pendukung di kawasan tersebut. “Aceh dikenal sebagai Serambi Mekah, sedangkan Fakfak bisa menjadi Serambi Madinah di Papua. Oleh karena itu, pelestarian situs-situs sejarah Islam di Fakfak harus menjadi prioritas,” tambahnya.
Selain itu, Abdul Samad Bauw menegaskan pentingnya menjaga toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Papua. Fakfak, sebagai salah satu daerah dengan keberagaman agama yang kuat, diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kehidupan beragama yang damai dan saling menghormati. (red)
