Ketua Jalasenastri Cabang 4, Dewi Angki Ferdianta saat didampingi anggota Jalasenastri Rukmini Rasidin ( FOTO : Aufrida Marisan )
MANOKWARI, PinFunPapua.com – Produk Sukun Frozen Jalafari yang kini semakin dikenal di Papua Barat dan berbagai daerah lain di Indonesia, berawal dari sebuah inisiatif sederhana dari Ibu Purwoko Hadijantono Ketua Jalasenastri Cabang 4 Fasharkan Manokwari tahun 2021. Rukmini Rasidin, salah satu tokoh yang terlibat dalam pembuatannya, bercerita tentang bagaimana produk ini pertama kali dikembangkan.
Menurut Rukmini, ide pembuatan Sukun Frozen Jalafari muncul setelah adanya perintah langsung dari Panglima Komando Armada III untuk mengadakan pameran. “Saat itu, kami di Manokwari memilih untuk membuat produk sukun frozen untuk dipamerkan. Kami mencoba membuatnya pertama kali, dan ternyata hasilnya cukup baik. Sejak itu, kami terus mengembangkan produksi hingga saat ini di bawah kepemimpinan Ibu Dewi Angki,” ungkapnya.

Dalam perjalanannya, Sukun Frozen Jalafari mengalami berbagai tantangan, mulai dari ketersediaan bahan baku hingga teknik pengemasan yang harus dilakukan secara mandiri.
Dewi Angki Ferdianta, selaku Ketua Jalasenastri Cabang 4, menambahkan bahwa meskipun tidak menggunakan bahan pengawet, produk ini bisa bertahan hingga satu tahun jika dikemas dengan baik.
“Semua proses pengemasan dilakukan secara manual oleh tim kami yang berjumlah tujuh orang. Mulai dari pengolahan bahan baku hingga pengemasan, semuanya dilakukan dengan teliti untuk menjaga kualitas produk,” jelasnya.
Produksi sukun frozen dilakukan secara berkala sesuai dengan ketersediaan bahan baku dan ruang penyimpanan di dalam freezer. “Kami tidak memproduksi setiap hari. Jika stok di freezer mulai menipis atau ada ruang kosong, baru kami mulai mengerjakan kembali,” tambahnya.

Keunikan Sukun Frozen Jalafari terletak pada bahan-bahan alami yang digunakan dalam proses pembuatannya. “Kami hanya memakai bawang putih, garam, vetsin, dan penyedap rasa. Tidak ada bahan kimia tambahan, sehingga lebih sehat dan aman dikonsumsi,” tegas Dewi.
Dengan semakin dikenalnya Sukun Frozen Jalafari, Jalasenastri Cabang 4 berharap produk ini dapat terus berkembang dan menjadi produk unggulan Papua Barat yang mampu menembus pasar internasional. “Kami berharap produk ini dapat diwariskan kepada generasi berikutnya sehingga tetap eksis dan semakin maju,” pungkasnya. (red)
