MANOKWARI, PinFunPapua.com – Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Judson Ferdinandus Waprak, memberikan apresiasi kepada Bupati Teluk Wondama beserta seluruh jajaran pemerintahan daerah yang telah menyambut baik kunjungan kerja MRPB.
“Dengan penuh rasa hormat, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Teluk Wondama beserta seluruh jajaran pemerintahan yang telah menyambut kami dengan hangat dan terbuka. Sambutan ini mencerminkan komitmen beliau dalam mendukung peran serta MRPB dalam menjalankan tugas pokoknya demi kepentingan masyarakat Orang Asli Papua,” ujar Waprak.
Dalam sambutannya, Bupati Teluk Wondama menegaskan bahwa proses politik telah selesai dan saatnya seluruh elemen masyarakat bersatu membangun daerah. “Politik sudah selesai, mari kita membangun Wondama bersama. Membangun Wondama harus dilakukan secara bersatu, bukan bekerja sendiri-sendiri,” tegasnya.
Kunjungan kerja Ketua MRPB kali ini bertujuan untuk memberikan materi terkait tugas dan wewenang MRPB sebagai lembaga kultur, serta membahas peran pemuda dalam membantu pemerintah mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah periode 2025–2030 dalam penerapan otonomi khusus di Papua. Dalam kesempatan tersebut, Waprak menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan daerah.
“Kami mengapresiasi dukungan penuh Bapak Bupati Teluk Wondama terhadap peran pemuda dalam pembangunan daerah. Pemuda merupakan aset berharga yang memiliki potensi besar dalam mewujudkan visi dan misi pemerintahan Kabupaten Teluk Wondama tahun 2025–2030. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, MRPB, generasi muda, serta semua tokoh di lingkup daerah, kita dapat bersama-sama membangun Teluk Wondama yang lebih maju dan sejahtera sesuai amanat Undang-Undang Otonomi Khusus,” ujar Waprak.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Teluk Wondama juga membuka acara Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan MRPB dan pemuda. Acara ini merupakan kegiatan perdana yang digelar di Aula Gedung Aitumieri, tempat yang memiliki nilai sejarah karena menjadi lokasi pertama kali Samuel Keine mengajarkan ilmu peradaban kepada masyarakat Papua. Bukit ini juga dikenal dengan sebutan Bukit Inspirasi.
Waprak menegaskan bahwa kunjungan kerja ini tidak hanya dilakukan di Teluk Wondama, tetapi juga akan berlanjut ke beberapa kabupaten lain di Papua Barat dengan tujuan yang sama.
Ia juga berpesan kepada seluruh pemuda dan pemudi Papua, khususnya Papua Barat, agar bersatu membantu pemerintahan sekaligus turut mengawasi penerapan otonomi khusus, mulai dari tingkat kampung hingga provinsi, agar sesuai dengan amanat Undang-Undang Otonomi Khusus bagi Orang Asli Papua.
“Mari kita membantu gubernur, bupati, dan perangkat daerah lainnya dalam membangun Papua Barat. Jaga tanah dan jaga manusia Papua. Kerja baik, Tuhan sayang,” tutupnya. (red)
