MANOKWARI, PinFunPapua.com – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Orang Asli Papua (OAP), Desi Budiman Rumbekwan, menyampaikan apresiasi atas kegiatan penyaluran aspirasi yang dilakukan oleh Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) melalui Pokja Perempuan di Kabupaten Manokwari.
Desi menyatakan bahwa kegiatan penyaluran aspirasi secara langsung kepada mama-mama Papua merupakan langkah penting dan patut dilanjutkan secara berkelanjutan. Ia berharap, kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi agenda sesaat, melainkan menjadi program rutin agar para perempuan Papua di Kabupaten Manokwari dapat menyampaikan aspirasi dan keluh kesah mereka secara langsung kepada pihak berwenang.
“Kami sangat bersyukur karena akhirnya suara kami bisa didengar secara langsung. Namun, kami berharap ini bukan yang terakhir. Harus ada keberlanjutan agar aspirasi kami, mama-mama Papua, benar-benar diperjuangkan,” ujar Desi.
Lebih lanjut, Desi juga berharap Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Bupati dan khususnya Dinas Koperasi dan UMKM dapat menindaklanjuti hasil penyaluran aspirasi tersebut dengan aksi nyata. Ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam mendampingi dan memperkuat usaha-usaha kecil yang dijalankan oleh mama-mama Papua, khususnya di wilayah Doreri.
“Kami harap Dinas Koperasi dan UMKM bisa terus melakukan kegiatan serupa. Jangan hanya hari ini saja. Kami ingin agar semua aspirasi kami benar-benar diperjuangkan dan diwujudkan dalam program-program yang menyentuh langsung kebutuhan kami di lapangan,” ungkapnya.
Desi juga mengungkapkan bahwa mayoritas pelaku usaha kecil perempuan di Manokwari masih menghadapi keterbatasan modal usaha. Meskipun mereka memiliki kemampuan dan kemauan untuk berwirausaha, kekurangan modal sering menjadi kendala utama dalam mengembangkan usaha.
“Dalam usaha, kami bisa. Tapi kami sangat kewalahan dalam hal keuangan. Kami butuh dukungan nyata dari pemerintah, baik dalam bentuk bantuan modal maupun pelatihan,” ujarnya.
Terkait program digitalisasi data UMKM, Desi menyatakan kesiapan para pelaku usaha kecil, khususnya mama-mama penjual pinang, bensin, minyak tanah, dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya, untuk beradaptasi dengan sistem yang akan diterapkan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Manokwari.
“Kalau dinas mau keluarkan aplikasi untuk pendataan pelaku usaha, kami siap belajar dan menyesuaikan diri. Yang penting kami terdata sebagai pelaku usaha Orang Asli Papua, supaya kami juga bisa terlibat dalam program-program bantuan dan pembinaan,” tuturnya
” Melalui kegiatan ini, Desi mewakili suara banyak perempuan Papua yang berharap adanya sinergi antara MRPB, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong kemajuan UMKM berbasis masyarakat adat. Aspirasi yang telah disuarakan diharapkan tidak hanya berhenti sebagai catatan, tetapi ditindaklanjuti sebagai dasar penyusunan kebijakan yang berpihak pada mama-mama Papua, ” pungkasnya. (IUU/red)
