Plt Kepala Bappeda Papua Barat, Deasy Tetelepta
MANOKWARI, PinFunPapua.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) telah memulai rangkaian kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sejak 14 Mei 2025. Kegiatan ini diawali dengan forum perangkat daerah yang mengangkat tema besar tahun ini, yaitu “Penguatan Transformasi Melalui Dukungan Peningkatan Sumber Daya Manusia, Tata Kelola Pemerintahan, dan Ekonomi Berbasis Produk Unggulan Daerah dalam Koridor Otonomi Khusus”.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Papua Barat, Deasy Tetelepta, menjelaskan bahwa diskusi dalam forum perangkat daerah tersebut dibagi menjadi tiga fokus utama, yakni sumber daya manusia (SDM), tata kelola pemerintahan, dan ekonomi.
“Forum ini menjadi momen penting untuk menyelaraskan arah pembangunan, terutama dengan mengacu pada Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIP3) dan Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua (RAP3), yang mencakup Papua Sehat, Cerdas, dan Produktif,” kata Deasy saat memberikan keterangan di Manokwari.
Selanjutnya, pada 16 Mei 2025, dilakukan diskusi khusus mengenai Otonomi Khusus (Otsus) bersama pemerintah kabupaten, guna menampung berbagai usulan program dari tingkat kabupaten yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Rangkaian kegiatan Musrenbang ini ditutup dengan pelaksanaan Rekortekrenbang Provinsi pada 19 Mei 2025. Deasy menyebut bahwa tahun ini menjadi kali pertama Papua Barat menyelenggarakan Rekortekrenbankg sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri. Dalam forum tersebut, pemerintah kabupaten diajak untuk menyimak dan menyelaraskan program prioritas daerah.
“Papua Barat saat ini memiliki tujuh prioritas daerah, 20 program unggulan, dan 83 kegiatan prioritas utama (KPU) yang menjadi acuan dalam menyusun rencana kerja tahun 2026,” ujar Deasy.
Dari 83 KPU tersebut, sebanyak 49 kegiatan akan diimplementasikan dalam bentuk program, kegiatan, dan sub-kegiatan yang mendukung visi dan misi Gubernur Papua Barat. dan Wakil Gubernur Papua Barat. (red)
