JAKARTA, PinFunPapua.com — Menjelang peringatan puncak Hari Bhayangkara ke-79 yang akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar simulasi pengamanan atau Tactical Floor Game (TFG), Sabtu (28/6/2025). Kegiatan ini dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, sebagai bagian dari persiapan strategis pengamanan skala nasional.
TFG diikuti oleh unsur gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Simulasi ini menjadi sarana koordinasi teknis yang vital untuk menyamakan persepsi, menyusun strategi bersama, dan memastikan seluruh personel memahami peran masing-masing dalam pengamanan jalannya upacara kenegaraan yang akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Simulasi Detail dan Zona Keamanan Terstruktur
Dalam pelaksanaan TFG, Polri menggunakan replika berupa miniatur kendaraan dan pesawat untuk menggambarkan kondisi riil di lapangan. Setiap skenario diperagakan secara rinci, mulai dari kedatangan tamu undangan, pergerakan kendaraan VVIP, pengaturan rute pengawalan, hingga jalur evakuasi dan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi acara.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa sekitar 5.800 personel gabungan akan diterjunkan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan. Ia menegaskan bahwa personel tersebut akan disebar di berbagai titik krusial, baik di jalur tol, akses masuk ibu kota, maupun di kawasan inti acara.
“Cukup banyak, hampir 5.800 personel. Ada yang di jalur, ada yang di tol, ada yang di lokasi utama. Banyak sekali titik yang harus kita amankan,” ujar Irjen Agus.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengamanan akan diperkuat dengan keberadaan posko gabungan yang bertugas mengendalikan arus informasi serta komunikasi di lapangan, termasuk manajemen lalu lintas dan pengaturan titik parkir tamu undangan.
Zona Pengamanan Disusun Berlapis
Polri membagi wilayah pengamanan menjadi beberapa zona, yaitu:
Zona Hijau, mencakup area inti di Monas tempat berlangsungnya upacara;
Zona Kuning, meliputi jalan-jalan penghubung di sekitar lokasi utama;
Zona Merah, fokus pada jalur tol dan pintu masuk utama kota;
Zona Khusus, seperti Gelora Bung Karno (GBK) dan kawasan SCBD yang dianggap strategis dalam pergerakan dan pengamanan VVIP.
Irjen Agus menegaskan, dengan kehadiran Presiden RI, seluruh personel pengamanan harus bekerja maksimal, terkoordinasi, dan profesional.
“Dengan dihadiri Presiden, pengamanan tentu harus maksimal. Maka dari itu, seluruh unsur kita libatkan agar langkah kita sejalan dan tidak terjadi miskomunikasi di lapangan,” tegasnya.
Imbauan kepada Masyarakat
Polda Metro Jaya turut mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan Monas dan sekitarnya pada hari pelaksanaan upacara. Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan sejak pukul 01.00 WIB, dan informasi jalur alternatif dapat diakses melalui kanal resmi media sosial @TMCPoldaMetro.
Dengan skenario pengamanan yang matang, simulasi terpadu, dan sinergi lintas sektor, Polri memastikan bahwa puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-79 akan berjalan aman, tertib, dan lancar, sekaligus menjadi simbol dedikasi Polri dalam menjaga stabilitas dan kehormatan negara. (red/rls)
