MANOKWARI, PinFunPapua.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat merilis data terbaru mengenai lima indikator penting perekonomian dan pembangunan daerah dalam konferensi pers yang digelar di Aula Kantor BPS Papua Barat, Selasa (1/7/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Papua Barat, Melkias Werumusa, yang hadir mewakili Penjabat Gubernur Papua Barat. Lima indikator utama yang dirilis mencakup Indeks Harga Konsumen (IHK), Nilai Tukar Petani (NTP), Ekspor dan Impor, Pariwisata, serta Transportasi Udara di wilayah Papua Barat.
Inflasi Papua Barat Juni 2025 Capai 0,58 Persen
Dalam rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Juni 2025, BPS mencatat terjadi inflasi bulanan (month-to-month/MtM) sebesar 0,58 persen dengan IHK sebesar 107,22. Sementara itu, tingkat deflasi secara tahunan (year-on-year/YoY) dan kalender tahun berjalan tercatat sama, yaitu sebesar 0,67 persen.
Nilai Tukar Petani Turun, Konsumsi Rumah Tangga Naik
Nilai Tukar Petani (NTP) Papua Barat pada bulan Juni 2025 tercatat sebesar 101,17, turun 1,54 persen dibandingkan Mei 2025. Penurunan ini juga diikuti dengan penurunan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) sebesar 1,46 persen, dari sebelumnya menjadi 106,53.
Meski demikian, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) pada bulan yang sama mengalami peningkatan sebesar 0,26 persen, menjadi 118,84. Dalam lingkup regional, Papua Barat menempati peringkat ke-10 dari 14 provinsi di wilayah Sulampua (Sulawesi, Maluku, dan Papua).
Ekspor Turun 12,37 Persen, Impor Nol
Nilai ekspor Papua Barat pada Mei 2025 tercatat sebesar US$ 272,87 juta, turun 12,37 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Komoditas ekspor utama masih didominasi oleh bahan bakar mineral (HS27) dengan nilai ekspor mencapai US$ 270,49 juta.
Tiongkok tetap menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai US$ 138,57 juta atau berkontribusi sebesar 50,78 persen terhadap total ekspor Papua Barat. Sementara itu, pada bulan yang sama, tidak tercatat adanya pemberitahuan impor barang (PIB) untuk wilayah Papua Barat.
Kunjungan Wisata Meningkat, Lama Menginap Rata-rata 1,56 Hari
Sektor pariwisata menunjukkan tren positif. Perjalanan Wisatawan Nusantara (Wisnus) asal Papua Barat mencapai 58.797 perjalanan pada Mei 2025, sementara jumlah Wisnus tujuan Papua Barat mencapai 60.285 perjalanan.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang meningkat menjadi 22,38 persen, naik 2,16 poin dari bulan sebelumnya. Rata-rata lama menginap wisatawan di hotel bintang tercatat 1,56 hari.
Transportasi Udara Naik 5,37 Persen, Volume Barang Meningkat
Jumlah penerbangan di Papua Barat selama Mei 2025 tercatat sebanyak 1.059 penerbangan, naik 5,37 persen dibandingkan bulan April 2025. Namun, jumlah penumpang mengalami penurunan sebesar 7,38 persen menjadi 39.919 penumpang dari 43.101 orang pada April 2025.
Sementara itu, volume barang yang diangkut naik signifikan sebesar 10,75 persen menjadi 610,26 ton dibandingkan 551,01 ton pada bulan sebelumnya.
Pemerintah Harap Kinerja Ekonomi Terus Meningkat
Asisten II Setda Papua Barat, Melkias Werumusa, menyampaikan apresiasi atas rilis data tersebut dan berharap seluruh indikator yang dipaparkan dapat mengalami perbaikan dalam waktu ke depan.
“Diharapkan dari rilis yang kita lihat saat ini, ke depannya Provinsi Papua Barat dapat mencatat kenaikan dalam indeks harga konsumen, nilai tukar petani, ekspor-impor, pariwisata, dan transportasi,” ujarnya. ( Janu )
