Ketua NU Fakfak, Ali Hindom, S.Pd ( FOTO : Risman Bauw)
FAKFAK, PinFunPapua.com — Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menyerukan kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menyukseskan peringatan bersejarah masuknya Islam ke Tanah Papua yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Agustus 2025 mendatang.
Seruan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua NU Fakfak, Ali Hindom, S.Pd(., yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Fakfak, dalam keterangannya kepada media, Kamis (10/7/2025).
“Saya menyerukan kepada seluruh masyarakat, dari Karas Pulau Tiga hingga Tomage Wamosan Tana Rata, agar turut menyukseskan perayaan penting ini,” ujar Ali Hindom.
Menurutnya, peringatan masuknya Islam ke Tanah Papua bukan sekadar pengingat peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan dan kesatuan umat Islam di wilayah Papua. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Islam yang damai, toleran, dan penuh kasih sayang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.
Ali Hindom menjelaskan bahwa catatan sejarah menunjukkan Islam pertama kali masuk ke Tanah Papua melalui seorang mubaligh bernama Syeikh Abdul Gaffar, seorang ulama asal Aceh. Ia diyakini menyebarkan ajaran Islam pertama kali di Kampung Gar (kini dikenal sebagai Kampung Furwagi), Kabupaten Fakfak, pada 8 Agustus 1360 Masehi atau bertepatan dengan 24 Ramadan 761 Hijriah.
“Islam masuk ke Tanah Papua melalui sosok yang membawa pesan kedamaian. Ini adalah momen penting yang harus kita kenang dan syukuri sebagai anugerah besar bagi umat Islam di Papua,” tutur Ali.
Ia menambahkan, peringatan ini bukan semata-mata seremonial keagamaan, tetapi juga merupakan sarana untuk mempererat tali silaturahmi, membangun semangat kebersamaan, dan memperkokoh ukhuwah Islamiyah di seluruh Tanah Papua.
Ali berharap, peringatan masuknya Islam ke Papua tahun ini dapat menjadi pemicu semangat umat Islam untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama dan memperkuat identitas Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat yang majemuk.
“Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa Islam hadir di tanah ini dengan membawa nilai-nilai damai, bukan konflik. Semoga semua elemen masyarakat bisa berperan serta menyukseskan kegiatan ini,” pungkasnya. (Risman)
