FAKFAK, PinFunPapua.com – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Kabupaten Fakfak menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Ke-II pada Minggu (27/7/2025), bertempat di ruang pertemuan lantai dua Kantor LP Ma’arif NU Fakfak. Dengan mengusung tema “Meningkatkan Mutu Layanan Pendidikan yang Bersinergi untuk Mewujudkan Sekolah Unggul dan Berkarakter,” forum ini menjadi wadah konsolidasi dan perumusan program strategis guna meningkatkan kualitas pendidikan keislaman dan kebangsaan di daerah.
Ketua LP Ma’arif NU Fakfak, Aslan Bukhari Mahubessy, S.Sos., dalam sambutannya menegaskan bahwa Raker ini merupakan bagian dari implementasi amanat Rakernas Pengurus Pusat LP Ma’arif NU yang digelar di Jakarta pada November 2023 lalu.
“Raker ini bertujuan menyatukan langkah seluruh pengurus dan tenaga pendidik di lingkungan Ma’arif NU Fakfak dalam menyusun agenda kerja satu tahun ke depan. Ini juga menjadi bentuk kesiapan kami dalam menghadapi kebijakan sekolah gratis dan kurikulum merdeka,” ujar Aslan.
Tujuh Program Strategis Jadi Prioritas
Dalam forum tersebut, LP Ma’arif NU Fakfak menetapkan tujuh program prioritas yang disusun untuk menjawab tantangan pendidikan lokal dan nasional. Program-program tersebut meliputi:
- TKMP (Tata Kelola Madrasah Profesional) – penguatan tata kelola berbasis akuntabilitas dan transparansi.
- PORSEMA (Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif) – pengembangan bakat dan karakter melalui seni dan olahraga.
- OSKANU (Olimpiade Sains dan Ke-NU-an) – penguatan kapasitas intelektual siswa dengan basis nilai ke-NU-an.
- ESBP (Program Peningkatan Kapasitas Bahasa Inggris) – peningkatan kompetensi global santri dan siswa.
- SIMAFA (Sistem Informasi Manajemen Ma’arif Fakfak) – digitalisasi data dan layanan pendidikan.
- MULOK INOVATIF (Muatan Lokal Inovatif) – pendidikan karakter berbasis budaya, sejarah Islam Papua, dan pelestarian bahasa daerah.
- STP (Study Tour Perdana) – kegiatan edukatif luar kelas yang memperluas wawasan kebangsaan dan budaya siswa.

Pendidikan Karakter dan Teknologi AI Jadi Fokus
Salah satu sorotan utama dalam Raker II ini adalah penegasan pentingnya muatan lokal inovatif sebagai fondasi pendidikan karakter. Materi tersebut dirancang melalui kolaborasi dengan lembaga adat dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat, mencakup pelajaran adab keislaman, bahasa daerah, dan sejarah Islam di Tanah Papua.
Selain itu, LP Ma’arif NU Fakfak juga membahas peran teknologi dalam mempercepat transformasi pendidikan. Aslan menyatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) kini menjadi tantangan sekaligus peluang besar dalam dunia pendidikan.
“AI bukan hanya alat bantu, tapi akan mengubah cara guru mengajar dan siswa belajar. Kita harus siap mengintegrasikan teknologi ini ke dalam kurikulum secara bijak,” tegasnya, mengutip pandangan Prof. Ari Ginanjar soal dominasi AI dalam ekonomi dan pendidikan global pada 2035.
Rekomendasi Kebijakan dan Sinergi Multistakeholder
Forum Raker II ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi kebijakan, di antaranya perlunya pendekatan kolaboratif antara LP Ma’arif NU dan pemerintah kampung melalui Musrenbang, serta penguatan peran DPR dalam pengalokasian Pokok Pikiran (Pokir) untuk pendidikan.
Raker turut merekomendasikan agar Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama bersikap lebih adil dalam distribusi anggaran, tidak hanya kepada sekolah negeri, tetapi juga kepada lembaga pendidikan swasta berbasis keagamaan seperti Ma’arif NU.
“Kebijakan 20 persen APBD untuk sektor pendidikan harus menyentuh semua lapisan, termasuk lembaga-lembaga swasta yang selama ini berjuang mendidik generasi dengan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” tegas Aslan.
Raker Ke-II LP Ma’arif NU Fakfak ini diselenggarakan selama satu hari dan didukung melalui dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Fakfak Tahun Anggaran 2025. Seluruh peserta terdiri atas pengurus cabang, kepala sekolah, dan perwakilan guru dari satuan pendidikan Ma’arif NU se-Kabupaten Fakfak. (Risman)
