MANOKWARI, PinFunPapua.com — Pemerintah Provinsi Papua Barat secara resmi mengoperasikan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Terpadu Provinsi Papua Barat, yang berlokasi di Jalan Manunggal, Nomor 17, Amban, Kabupaten Manokwari. Peresmian sekolah ini menjadi tonggak penting dalam penyediaan layanan pendidikan khusus bagi anak-anak disabilitas di wilayah tersebut.
SLB Negeri Terpadu Papua Barat diresmikan oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dr. Niko Untung Tike, S.E., pada sebuah upacara yang disambut antusias oleh masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan.
“Di Papua Barat, sebelumnya hanya terdapat satu SLB swasta dengan kapasitas terbatas. Maka, kehadiran SLB Negeri Terpadu ini menjadi yang pertama dan sangat dibutuhkan dalam membantu anak-anak disabilitas mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar Timotius Kambu, S.H., M.Hum., Kepala Bidang SMA dan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Perluasan Layanan Hingga Lima Kabupaten
Tidak berhenti di Manokwari, Pemerintah Provinsi Papua Barat telah merintis pembangunan unit sekolah baru (USB) SLB Negeri Terpadu di lima kabupaten lainnya, yakni Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Fakfak, dan Kaimana. Program ini dilaksanakan secara bertahap sejak tahun 2022 hingga 2025 melalui pembangunan sarana dan prasarana, penyediaan guru dan tenaga kependidikan, serta pendataan siswa penyandang disabilitas.
Menurut data Dinas Pendidikan, jumlah peserta didik disabilitas yang telah terdata untuk tahun ajaran 2025/2026 adalah sebagai berikut:
- Manokwari Selatan: 18 siswa
- Teluk Bintuni: 18 siswa
- Teluk Wondama: 17 siswa
- Fakfak: 34 siswa
- Kaimana: 26 siswa
Dengan demikian, jumlah total peserta didik disabilitas yang telah terdata di seluruh SLB Negeri Terpadu mencapai 113 siswa di enam kabupaten/kota.

Permohonan Dukungan Fasilitas Pendidikan
Kepala Sekolah SLB Negeri Terpadu Manokwari menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat agar proses pendidikan dapat berjalan optimal. Beberapa poin penting yang diajukan antara lain:
- Pengembangan gedung sekolah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan jumlah siswa.
- Pembangunan asrama siswa, ruang ibadah, dan ruang terapi khusus untuk mendukung pembinaan holistik.
- Pengangkatan guru honorer menjadi ASN serta penambahan guru sesuai kebutuhan.
- Pemberian insentif dan kesejahteraan bagi guru SLB.
- Penyediaan sarana dan prasarana berbasis teknologi untuk pengembangan minat dan bakat siswa.
- Pengadaan bus sekolah baru, karena kendaraan yang ada tidak lagi layak dan kapasitasnya terbatas.
Pemerintah Tegaskan Komitmen terhadap Pendidikan Inklusif
Dalam sambutannya, Dr. Niko Untung Tike menegaskan komitmen pemerintah bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang setara dalam memperoleh pendidikan yang berkualitas.
“Sekolah Luar Biasa adalah lembaga pendidikan yang harus memberikan rasa diterima kepada setiap anak berkebutuhan khusus. Ini adalah hal yang harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah,” ujar Niko.
Dengan hadirnya SLB Negeri Terpadu, Pemerintah Provinsi Papua Barat menunjukkan langkah nyata dalam membangun pendidikan yang inklusif dan merata, serta mendukung penuh potensi anak-anak disabilitas untuk berkembang secara optimal. (Janu)
