FAKFAK, PinFunPapua.com – Sebanyak 57 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang tiba di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Rabu (13/8/2025), untuk menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama empat bulan di Distrik Teluk Patipi. Kedatangan rombongan ini disambut hangat oleh tokoh daerah dan organisasi perempuan setempat di ruang pertemuan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Fakfak, setelah menempuh perjalanan laut selama sepekan menggunakan KM Nggapulu milik PT Pelni.
Turut hadir dalam penyambutan tersebut Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Fakfak Nurwidayati Samaun Dahlan, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Fakfak Sri Vonny Notanubun Nimbitkendik, Presiden Al-Fatah Kafila Network (AFKN) Ustaz Fadlan Rabani Al-Garamatan, serta Kepala KSOP Fakfak Rudi.
Dukungan Penuh dari PKK dan GOW Fakfak
Ketua TP PKK Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa yang akan mengabdi di kampung-kampung di Distrik Teluk Patipi. Menurutnya, PKK siap mendampingi serta berkolaborasi dengan para mahasiswa, terutama dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
“Insya Allah, TP PKK Fakfak siap bergabung untuk mendukung para mahasiswa selama empat bulan di Teluk Patipi,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejumlah program PKK yang menyasar desa dan kampung akan disinergikan dengan kegiatan mahasiswa KKN agar memberikan manfaat optimal bagi warga, terutama dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat.
Ketua GOW Fakfak, Sri Vonny Notanubun Nimbitkendik, juga mengungkapkan kebanggaannya atas semangat pengabdian para mahasiswa.
“Terima kasih, iman kalian luar biasa. Kalian meninggalkan orang tua demi sebuah pengabdian. Perjalanan ini bukan kebetulan, tapi bagian dari takdir yang baik,” ungkapnya.
Ia berharap para mahasiswa dapat berbagi ilmu dan keterampilan secara langsung di tengah masyarakat selama pelaksanaan KKN.
Pesan dari Presiden AFKN: Adaptasi dan Ketulusan dalam Mengabdi
Presiden AFKN, Ustaz Fadlan Rabani Al-Garamatan, memberikan pesan penting agar mahasiswa segera menyesuaikan diri dengan budaya dan kondisi sosial masyarakat Fakfak. Adaptasi, menurutnya, adalah kunci agar pengabdian berjalan efektif.
“Saya berharap kalian bisa cepat menyesuaikan diri, agar dapat membagikan ilmu kepada masyarakat di kampung-kampung seperti Ofi, Timar, Patipi Pasir, Bisa, dan Patipi Pulau,” pesannya.
Membangun Bersama Masyarakat Teluk Patipi
Kehadiran mahasiswa UIN Walisongo di Fakfak diharapkan menjadi momentum kolaborasi antara generasi muda akademisi dan masyarakat lokal untuk menggali dan mengembangkan potensi daerah. Dengan dukungan dari PKK, GOW, AFKN, serta berbagai elemen masyarakat, KKN ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup warga melalui pendidikan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi. (Risman)
