FAKFAK,PinFunPapua.com – Sebuah langkah nyata dalam mendukung pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Fakfak diwujudkan melalui peresmian Rumah Singgah Pelajar “Membara”, Jumat (15/8/2025). Kehadiran rumah singgah ini menjadi bukti komitmen Anggota DPR Provinsi Papua Barat, Saleh Siknun, S.E., dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang ditemuinya saat melaksanakan reses di berbagai kampung.
Dalam sambutannya, Saleh mengungkapkan bahwa ide pembangunan rumah singgah tersebut berangkat dari pengalamannya sebagai mantan guru yang menyaksikan banyak siswa tidak mampu melanjutkan pendidikan akibat keterbatasan ekonomi, terutama untuk biaya tempat tinggal di kota.
“Banyak anak tidak bisa sekolah karena tidak punya tempat tinggal yang layak. Orang tua mereka tidak mampu membayar kos, dan sebagian anak terpaksa tinggal dengan keluarga dalam kondisi yang tidak nyaman. Ini menjadi keprihatinan saya sejak lama,” ujar Saleh.
Rumah singgah “Membara” bukan hanya menyediakan fasilitas tempat tinggal bagi pelajar dari kampung-kampung di Fakfak, tetapi juga memberi ruang bagi orang tua yang datang ke kota untuk berdagang atau menjenguk anak-anaknya.
Fasilitas rumah singgah ini terbagi untuk pelajar laki-laki dan perempuan, masing-masing dengan empat kamar—tiga kamar diperuntukkan bagi pelajar dan satu kamar bagi orang tua. Meskipun masih ada fasilitas yang belum sepenuhnya rampung, seperti bak mandi, serta kebutuhan listrik dan air yang masih menunggu dukungan, Saleh tetap optimistis keberadaan rumah singgah ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat.
“Nanti di bagian belakang akan dibangun mushola kecil, dan juga ruang pertemuan yang bisa dipakai untuk ibadah anak-anak non-Muslim. Ini rumah untuk semua,” jelasnya.
Saleh menambahkan bahwa pembangunan rumah singgah ini menggunakan dana aspirasi dari Pemerintah Provinsi Papua Barat dan saat ini masih pada tahap awal. Ke depan, ia berharap pembangunan dapat berlanjut agar fasilitas rumah singgah semakin lengkap dan layak digunakan.
Lebih jauh, Saleh berharap rumah singgah ini dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain di Fakfak maupun Papua Barat dalam mendukung keberlanjutan pendidikan generasi muda.
“Impian saya, rumah singgah ini bisa melahirkan generasi emas Mbaham, anak-anak Fakfak yang kelak menjadi pemimpin negeri ini. Mari kita jaga dan dukung rumah ini bersama-sama,” ucapnya penuh harap.
Untuk mendukung keberlangsungan operasional, Saleh juga mengajak Kepala Kampung Kayu Merah, ketua RT, dan seluruh masyarakat agar bergotong royong membantu pemenuhan kebutuhan dasar rumah singgah, mulai dari listrik, air, hingga logistik harian.
Dengan berdirinya Rumah Singgah Pelajar “Membara”, Kabupaten Fakfak semakin menunjukkan komitmen dalam mencetak generasi yang berdaya saing, meski berasal dari keluarga sederhana. Rumah singgah ini hadir sebagai simbol kepedulian, gotong royong, dan investasi nyata untuk masa depan pendidikan anak-anak Papua Barat. (Risman)
