Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Papua Barat, Obet Ariks Ayok Rumbruren (DOC: ANTARA)
JAKARTA, PinFunPapua.com – Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Papua Barat, Obet Ariks Ayok Rumbruren, mendorong adanya sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan program Makan Bergizi (MBG). Menurutnya, pengawasan harus dilakukan bersama antara Badan Gizi Nasional (BGN), dinas kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta rumah sakit daerah.
Obet menegaskan, insiden keracunan yang sempat terjadi mencerminkan adanya kelalaian dari oknum tertentu. Karena itu, dapur sehat harus benar-benar dikelola oleh tenaga yang teliti, memperhatikan kualitas makanan, serta memastikan seluruh bahan pangan dalam kondisi layak.
“Dapur sehat membutuhkan orang-orang yang benar-benar peduli. Jangan sampai dagingnya mentah, lauk dan sayur basi. Semua harus diperhatikan dengan baik,” katanya.
Ia juga menyoroti keluhan sejumlah pengelola dapur yang menghadapi keterlambatan pencairan anggaran. Kondisi ini, menurutnya, menyulitkan karena para pengelola harus mengeluarkan dana pribadi untuk membeli bahan makanan.
“Orang masak itu perlu uang untuk belanja. Kalau anggaran terlambat turun, tidak mungkin mereka selalu pakai uang sendiri. Ini harus jadi perhatian,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rumbruren berharap program MBG tidak berhenti di tengah jalan dan tetap berjalan selama lima tahun ke depan sesuai arahan Presiden. Ia menekankan pentingnya kerja sama yang erat antarinstansi agar masyarakat tidak kehilangan kepercayaan terhadap program pemerintah pusat tersebut.
“Harapan saya, BGN baik di kabupaten maupun provinsi harus bekerja sama dengan rumah sakit dan mitra lainnya. Jangan ada masalah dulu baru mencari dokter. Monitoring harus dilakukan sejak awal agar kejadian seperti kemarin tidak terulang,” pungkasnya. (red)
