FAKFAK,PinFunPapua.com – Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menyampaikan kekhawatiran mendalam terhadap kebijakan pemerintah pusat yang berencana memangkas anggaran transfer ke daerah mulai tahun 2026. Menurutnya, kebijakan ini bisa berdampak serius pada jalannya pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Fakfak.
Pernyataan ini disampaikan usai Bupati menghadiri kegiatan pasar pangan murah yang digelar di kawasan Satu Tungku Tiga Batu, Fakfak, Kamis (16/10/2025).
“Kalau tahun ini anggaran kita masih di angka Rp1,3 triliun, tahun depan akan turun drastis. Ini bukan sekadar penyesuaian, tapi pemotongan besar, bisa mencapai 20 sampai 30 persen,” tegas Bupati Samaun.
Ia menjelaskan, pengurangan anggaran tersebut akan berdampak langsung pada kemampuan pemerintah daerah dalam menjalankan program prioritas, termasuk pembayaran gaji dan tunjangan pegawai.
“Untuk hitung gaji saja sudah berat, apalagi bicara TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai), situasinya makin sulit,” tambahnya.
Bupati juga mengungkapkan, sejumlah proyek pembangunan infrastruktur penting seperti jalan dan jembatan berpotensi tertunda akibat keterbatasan dana. Padahal, menurutnya, proyek-proyek tersebut sangat vital untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
“Selama ini kami berusaha menjaga keseimbangan antara belanja pegawai dan kegiatan publik. Tapi kalau anggaran dipotong, tentu ada yang harus dikorbankan,” ujarnya.
Sebagai respons terhadap kondisi ini, Pemkab Fakfak berencana melakukan rasionalisasi belanja, termasuk pemangkasan anggaran untuk kegiatan seperti perjalanan dinas, rapat, dan acara seremonial.
“Yang tidak penting akan kita kurangi. Tapi program yang langsung menyentuh masyarakat akan tetap jadi prioritas,” tegas Bupati Samaun.
Ia juga berharap pemerintah pusat bisa meninjau kembali kebijakan pemangkasan anggaran ini, terutama untuk daerah-daerah kecil seperti Fakfak yang masih sangat bergantung pada dana transfer pusat.
“Kalau dikurangi secara drastis, dampaknya bisa meluas ke masyarakat. Kami mohon ada pertimbangan khusus,” tutupnya.(Risman Bauw)
