MANOKWARI, PinFunPapua.com — Para pedagang mama-mama Papua di kawasan Sanggeng, Kabupaten Manokwari, meminta pemerintah daerah agar memberikan prioritas utama bagi pedagang asli Papua untuk berjualan di Pasar Sentral Sanggeng. Permintaan tersebut disampaikan seiring dengan rencana pemerintah untuk memfungsikan pasar sentral yang baru dibangun.
Bertha Wanggai, salah satu perwakilan pedagang mama-mama Papua, menegaskan pentingnya keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat asli Papua yang selama ini menjual hasil kebun di emperan jalan. Menurutnya, pemerintah perlu mencari solusi agar para mama-mama Papua bisa menempati tempat yang layak dan aman di pasar.
“Prioritas utama adalah penjual mama-mama Papua. Setelah mereka diakomodasi, barulah pedagang Nusantara. Hal ini penting agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di antara sesama pedagang,” ujar Bertha kepada wartawan di Manokwari, Rabu (6/11/2025).
Ia menambahkan, pemindahan pedagang mama-mama Papua dari emperan jalan ke dalam pasar akan menciptakan pemerataan ekonomi dan memberikan rasa aman serta nyaman dalam berjualan.

“Kalau ada pemerataan, mama-mama Papua akan merasa dihargai. Mereka bisa berjualan dengan tenang tanpa khawatir terjadi gesekan dengan pedagang lain,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bertha meminta agar pemerintah daerah melakukan pendataan yang akurat dan transparan terhadap pedagang yang benar-benar berjualan di kawasan Sanggeng. Menurutnya, langkah tersebut akan membantu proses penataan pasar yang lebih adil dan tertib.
“Kami berharap dengan kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming ke Manokwari, ada perhatian khusus dari pemerintah pusat terhadap masyarakat kecil, terutama mama-mama Papua, agar kehidupan mereka semakin sejahtera,” ujarnya.
Sementara itu, pedagang lainnya, Petrolina Wanggai, juga menekankan pentingnya pendataan sebelum Pasar Sentral Sanggeng difungsikan secara penuh. Ia berharap agar pemerintah tidak mengabaikan pedagang lokal yang terdampak pembangunan pasar.
“Sebelum pasar difungsikan, harus ada pendataan yang masif. Terutama mama-mama Papua yang selama ini berjualan dan terkena dampak penggusuran akibat pembangunan pasar. Mereka harus diberikan tempat atau tapak jualan yang layak,” kata Petrolina.
Ia juga menegaskan agar pedagang yang memiliki KTP Manokwari menjadi prioritas utama dalam penataan kios dan lapak di Pasar Sentral Sanggeng. Dengan begitu, mama-mama Papua yang selama ini berjualan di pinggir jalan dapat difasilitasi untuk berjualan di tempat yang lebih layak dan aman.
“Kami hanya ingin agar mama-mama Papua bisa berjualan di tempat resmi. Pasar ini dibangun untuk rakyat, jadi seharusnya masyarakat lokal menjadi bagian utama dari proses itu,” pungkasnya. (Dhy)
