YALIMO,PinFunPapua.com — Anggota DPRD Kabupaten Yalimo, Alpius Salak, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi C bidang Kesehatan dan Pendidikan, meninjau langsung kondisi lapangan di Distrik Welarek, Jumat (7/11/2025).
Dalam kunjungannya, Pada Rabu, 5 November 2025, Alpius menyoroti mandeknya proses belajar mengajar di sejumlah sekolah serta tidak berfungsinya beberapa Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah tersebut. Ia mengaku kecewa terhadap Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan yang dinilainya kurang tanggap dalam menjalankan tugas pelayanan dasar masyarakat.
“Sebagai wakil rakyat yang membidangi pendidikan dan kesehatan, saya mendesak dinas terkait untuk segera berkoordinasi dengan kepala sekolah dan kepala puskesmas agar proses belajar mengajar serta pelayanan medis kembali berjalan,” tegas Alpius.
Alpius mengungkapkan, hasil pantauannya menunjukkan sejumlah sekolah di Distrik Welarek hampir tidak beroperasi akibat minimnya tenaga guru. Ia meminta Dinas Pendidikan segera memerintahkan para guru yang saat ini berada di kota untuk kembali ke tempat tugas.
“Guru-guru honorer bahkan kepala sekolah yang menerima gaji tetapi tidak melaksanakan tanggung jawabnya harus ditegaskan oleh Dinas Pendidikan. Generasi penerus kita sangat dirugikan,” ujarnya.
Kondisi memprihatinkan ini juga dibenarkan oleh Naftali Salak, guru SMP Negeri Welarek. Ia menyebutkan beberapa persoalan utama yang dihadapi sekolah-sekolah di wilayah itu:
1. Tidak adanya tenaga pengajar aktif meski sejumlah guru sudah berstatus PNS.
2. Kepala sekolah sering tidak berada di tempat dan kurang menjalin kerja sama dengan guru.
3. Hanya tiga sekolah yang masih aktif melaksanakan kegiatan belajar mengajar, yakni SD Inpres Welarek, SD Negeri Koum, dan SMP Negeri Welarek.
4. Ujian sekolah beberapa tahun terakhir tidak dilaksanakan di sekolah masing-masing, melainkan dipusatkan di tingkat kabupaten.
Alpius menegaskan bahwa kondisi ini sudah berlangsung lama dan perlu tindakan tegas dari pemerintah daerah agar hak pendidikan dan kesehatan masyarakat di Distrik Welarek dapat terpenuhi.
“Kita tidak boleh biarkan generasi kita tertinggal karena kelalaian para pejabat dan tenaga pendidik,” tutupnya.(Risman Bauw)
