0-0x0-0-0#
MANOKWARI, PinFunPapua.com — Pemerintah Provinsi Papua Barat memberikan apresiasi tinggi kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat atas komitmennya dalam mendorong profesionalisme dan kreativitas insan pers demi kemajuan daerah.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, yang diwakili oleh Asisten III Sekretariat Daerah, Otto Parorongan, saat membuka kegiatan Pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi wartawan di Manokwari. Kegiatan ini didukung oleh SKK Migas dan Genting Oil Kasuri Pte. Ltd., serta digelar di Aston Niu Hotel Manokwari, Jumat (7/11/2025).
Pelatihan yang berlangsung selama satu hari ini dihadiri oleh Ketua PWI Papua Barat, Bustam, perwakilan Satgas Antihoaks PWI Pusat, Polda Papua Barat, Polresta Manokwari, SKK Migas, serta puluhan peserta dari berbagai media lokal di Papua Barat.
Dalam sambutannya, Otto Parorongan menekankan pentingnya peran wartawan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang telah mengubah cara kerja dunia secara fundamental. Ia menyebut wartawan kini menjadi pelaku utama dalam perubahan berbasis teknologi digital.
“Para wartawan harus mampu beradaptasi dengan penguasaan Artificial Intelligence secara etis dan efektif untuk meningkatkan kualitas serta efisiensi kerja jurnalistik,” ujar Otto.

Otto juga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan pers merupakan hal penting yang harus terus dijaga. Menurutnya, berbagai langkah pembangunan dan kebijakan positif pemerintah tidak akan diketahui masyarakat tanpa peran aktif media.
“Kerja sama dengan PWI Papua Barat adalah bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pemerintah berharap wartawan tetap menjadi pencerah bagi masyarakat dengan menghadirkan liputan yang berkeadilan, menjaga independensi, dan terus meningkatkan profesionalisme,” katanya.
Lebih lanjut, Otto menyampaikan bahwa di era digital saat ini, informasi menjadi variabel penting dalam pembangunan daerah. Media berperan strategis dalam mendukung akuntabilitas dan transparansi tata kelola pemerintahan.
“Akuntabilitas dan transparansi akan kehilangan makna jika tidak menempatkan media sebagai penyebar informasi,” tegasnya.
Melalui kegiatan pelatihan berbasis teknologi ini, pemerintah berharap para wartawan di Papua Barat semakin mantap dalam menjalankan peran sebagai agen informasi publik. Otto menilai, bermitra dengan PWI merupakan langkah cerdas karena organisasi ini berperan sebagai mediator yang mengatur arus informasi dari sumber yang valid dan terpercaya.
“Saya mengutip sebuah nasihat, ‘Bertanyalah sebelum ketidaktahuan membuatmu tidak bijaksana.’ Kemampuan komunikasi harus terus ditingkatkan agar masyarakat terbebas dari keterbelakangan informasi,” ujar Otto.
Di akhir sambutannya, Otto Parorongan secara resmi membuka kegiatan pelatihan tersebut. Ia berharap pelatihan ini menjadi momentum bagi wartawan di Papua Barat untuk memanfaatkan teknologi AI secara bijak, guna mendukung kerja jurnalistik yang lebih akurat, cepat, dan berkualitas.
(JN)
