MANOKWARI, PinFunPapua.com – Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) asal Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., menegaskan pentingnya dukungan terhadap pengembangan pendidikan yang berkelanjutan di wilayah Papua Barat. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan pembagian buku tabungan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari, Selasa (11/11).
Sebanyak 350 mahasiswa STIH Manokwari menerima buku tabungan KIP Kuliah dalam kegiatan yang turut dihadiri oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Nency Titty Lidya Wyzer, S.H., M.M., Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Judson Ferdinandus Waprak, serta para orang tua mahasiswa penerima beasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, Filep menyampaikan bahwa program KIP Kuliah merupakan langkah nyata pemerintah dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Papua Barat yang memiliki potensi, namun terbatas secara ekonomi. Ia menilai, program tersebut perlu terus diawasi agar manfaatnya benar-benar tepat sasaran.
“Program beasiswa seperti KIP Kuliah ini harus kita syukuri bersama karena membantu banyak anak muda Papua melanjutkan pendidikan tinggi. Pemerintah sudah membuka kesempatan, kini tugas kita memastikan agar bantuan ini tepat sasaran dan benar-benar dimanfaatkan dengan baik,” ujar Filep.
Selain menyoroti pentingnya program beasiswa, Filep juga menekankan peran aktif orang tua dalam mendukung keberhasilan studi anak-anak mereka. Ia menilai, keberhasilan mahasiswa tidak hanya bergantung pada kemampuan akademik, melainkan juga pada perhatian dan dukungan keluarga.

“Banyak mahasiswa yang gagal bukan karena tidak mampu, tetapi karena kurangnya perhatian dan dukungan dari orang tua. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau kampus, tetapi juga keluarga,” tegasnya.
Lebih lanjut, Filep mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan di Papua Barat hanya dapat tercapai melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, terutama dalam memperkuat infrastruktur pendidikan dan ketersediaan tenaga pengajar di daerah terpencil.
“Kita perlu kerja sama lintas pemerintah untuk mempersiapkan sumber daya manusia dan infrastruktur pendidikan yang memadai. Pendidikan tidak boleh hanya berhenti pada pemberian beasiswa, tetapi juga harus didukung dengan sarana belajar yang layak dan guru yang kompeten,” jelas Filep.
Senator asal Papua Barat itu juga menyerukan perlunya strategi pendidikan yang komprehensif dan berkelanjutan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Menurutnya, tantangan pendidikan di Papua Barat tidak dapat diatasi hanya dengan kebijakan jangka pendek atau diskusi panjang, melainkan dengan tindakan nyata dan terukur.
“Kita sudah lama mengetahui tantangan pendidikan di Papua, sekarang saatnya bertindak. Pendidikan harus dilihat secara menyeluruh, dari dasar hingga tinggi, agar generasi Papua Barat benar-benar siap bersaing di masa depan,” tegasnya.
Kegiatan pembagian buku tabungan KIP Kuliah di STIH Manokwari menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam meningkatkan akses serta kualitas pendidikan di Papua Barat. Melalui kolaborasi yang kuat, dukungan keluarga, dan strategi pendidikan berkelanjutan, diharapkan masa depan pendidikan di wilayah ini semakin maju, inklusif, dan mampu melahirkan generasi Papua Barat yang berdaya saing tinggi.
(JN)
TAG ;
Filep Wamafma, KIP Kuliah, Pendidikan Papua Barat, STIH Manokwari, DPD RI, Beasiswa Mahasiswa, Dominggus Mandacan.
