MANOKWARI, PinFunPapua.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Barat (DPRPB) dari Fraksi Partai Golkar, Louis Nelson Rumaikewi, melaksanakan Reses Ketiga Tahun 2025 di sejumlah titik di Kabupaten Manokwari pada Senin (3/11/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Rumaikewi untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di daerah pemilihannya, sekaligus memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan konstituen.
Reses digelar di Kampung Masiepi, Fanindi Jalan Merdeka, serta Kwawi Distrik Manokwari Timur. Di tiap lokasi, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan mendasar yang masih menjadi tantangan, terutama terkait sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Di Kampung Masiepi, warga mengusulkan pembangunan jalan cor, pemasangan lampu jalan, serta penyediaan fasilitas air bersih yang dinilai mendesak. Selain itu, Gereja GPKAI Paulus Aiwou turut meminta bantuan perangkat sound system untuk mendukung kegiatan ibadah. Rumaikewi mencatat seluruh kebutuhan tersebut sebagai prioritas aspirasi masyarakat setempat.
Kegiatan reses berlanjut ke Fanindi Jalan Merdeka, di mana warga menyampaikan kebutuhan pembangunan enam titik sumur bor, pemasangan instalasi air bersih hingga ke rumah-rumah, pembangunan 36 titik lampu jalan, gedung Posyandu, serta penyediaan kontainer UMKM untuk mendukung kegiatan ekonomi. Pada kesempatan itu, Rumaikewi juga menyerahkan bantuan bagi komunitas dance dan paduan suara sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas pemuda.

Di Kwawi Distrik Manokwari Timur, aspirasi terkait kebutuhan dasar kembali mencuat. Warga meminta penyediaan akses air bersih, lampu jalan, serta motor roda tiga untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Rumaikewi turut memberikan bantuan kepada Gereja Elim Kwawi sebagai bentuk respons atas kebutuhan layanan keagamaan.
Dalam sambutannya, Louis Nelson Rumaikewi menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda rutin DPRPB, melainkan sarana penting untuk memastikan suara masyarakat dapat diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan daerah. “Tujuan utama dari reses ini adalah agar suara dan harapan masyarakat dapat menjadi perhatian utama dalam pembahasan dan perumusan kebijakan ke depan,” ujarnya.

Antusiasme warga terlihat dari banyaknya usulan yang disampaikan, terutama yang berkaitan dengan tiga sektor vital: pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Menurut masyarakat, ketiga sektor tersebut sangat memengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan mereka sehingga perlu menjadi prioritas pemerintah.
Rumaikewi menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun akan dibawa ke fraksi maupun komisi terkait di DPRPB untuk dibahas dan diperjuangkan. Ia berkomitmen mendorong tindak lanjut konkret atas seluruh masukan yang diterima. “Melalui dialog ini, masyarakat berharap adanya langkah nyata atas persoalan yang telah disampaikan, sehingga dapat memberikan dampak langsung bagi pembangunan dan pelayanan publik di Papua Barat,” tandasnya.
(JN)
