Nusa Dua, PinFunPapua.com – 30 November 2025 Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) kembali membuktikan komitmennya terhadap keberlanjutan dengan meraih Gold Rank pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025. Penghargaan yang diberikan oleh National Center for Corporate Reporting (NCCR) ini menjadi capaian ketujuh kalinya bagi SKK Migas.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, usai menerima penghargaan pada Jumat (28/11), menegaskan bahwa upaya meningkatkan produksi dan lifting minyak serta gas nasional tidak mengurangi fokus lembaganya dalam mengarusutamakan isu keberlanjutan.
“SKK Migas dan Kontraktor KKS sedang berjuang keras meningkatkan produksi migas nasional. Namun upaya keberlanjutan tetap menjadi prioritas karena Rencana Strategis kita tidak hanya bicara produksi, tetapi juga mendukung target Indonesia menuju net zero emission,” ujar Djoko.
Sustainability Report atau laporan keberlanjutan merupakan dokumen penting yang menggambarkan kebijakan dan kinerja organisasi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Laporan ini disusun mengacu pada standar internasional dari Global Reporting Initiative (GRI).
ASRRAT sendiri merupakan ajang penilaian tahunan terhadap laporan keberlanjutan dari berbagai perusahaan dan organisasi, baik nasional maupun internasional. Pada 2025, sebanyak 82 peserta mengikuti ajang ini, terdiri dari Indonesia (78), Bangladesh (1), dan Filipina (3). Penilaian dilakukan oleh para juri dari kalangan akademisi bersertifikasi di bidang sustainability reporting.

Menurut Djoko, penanganan isu keberlanjutan terutama pengurangan emisi adalah pekerjaan jangka panjang, namun harus dimulai melalui langkah nyata di lapangan. Industri hulu migas sendiri telah melakukan berbagai inisiatif, di antaranya:
• peningkatan efisiensi energi,
• pengurangan emisi metana,
• minimisasi flare gas menuju zero flaring,
• hingga persiapan dan implementasi proyek • Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).
Beberapa proyek CCUS yang telah menunjukkan progres antara lain Ubadari di Tangguh dan Abadi Masela. Djoko menekankan bahwa teknologi serupa sebenarnya telah lama digunakan di Indonesia, seperti EOR CO₂ flooding di Lapangan Sukowati serta pressure maintenance di Lapangan Banyu Urip oleh ExxonMobil Cepu.
Indonesia memiliki potensi penyimpanan karbon yang sangat besar. Dalam mendukung pengembangan CCS/CCUS di sektor hulu migas, SKK Migas telah menerbitkan Pedoman Tata Kerja (PTK) sebagai panduan perencanaan, evaluasi, pelaksanaan, hingga pelaporan proyek.
Dokumen ini juga menjadi dasar bagi SKK Migas dalam melakukan evaluasi dan pengawasan agar proyek berjalan aman, efisien, dan akuntabel.
Djoko menegaskan bahwa industri hulu migas tidak dapat bekerja sendiri dalam merealisasikan proyek CCS/CCUS berskala besar.
“Meski regulasi sudah sangat mendukung, mewujudkan proyek CCS/CCUS membutuhkan kolaborasi kuat seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.
Dengan kembali diraihnya Gold Rank ASRRAT 2025, SKK Migas mempertegas perannya sebagai lembaga yang tidak hanya fokus pada ketahanan energi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan demi masa depan industri migas nasional.
(JN/RLS)
