MANOKWARI, PinFunPapua.com — Sejumlah organisasi masyarakat (ormas), mahasiswa, serta elemen masyarakat di Manokwari, Papua Barat, menyatakan dukungan terhadap Tim Reformasi Polri yang dibentuk untuk memperbaiki tata kelola institusi kepolisian.
Dukungan tersebut ditandai dengan aksi pengumpulan tanda tangan masyarakat di Jalan Haji Bauw, Wosi, Manokwari, sebagai simbol komitmen publik untuk mendorong perubahan menuju Polri yang lebih profesional dan transparan.
Ketua Sahabat Polisi Indonesia (SPI) Papua Barat, Jalil Lambara, mengatakan dukungan ini menjadi momentum penting untuk memperbaiki berbagai persoalan internal Polri, sekaligus mengembalikan fungsi institusi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002.
“Kami mendukung Tim Reformasi Polri menuju arah yang lebih baik, apapun bentuknya, agar Polri kembali kepada fungsi utama sesuai undang-undang: memelihara keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Jalil.

Ia menegaskan agar Tim Reformasi Polri dapat bekerja secara independen tanpa intervensi pihak manapun, termasuk elite politik.
“Tim Reformasi Polri jangan terkontaminasi kepentingan elit politik. Kami menginginkan reformasi yang murni dan tidak dipengaruhi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Menurut Jalil, aksi tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan kelompok atau pejabat tertentu. Ia menyebut dukungan itu lahir dari kesadaran kolektif masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap masa depan Polri.
“Gerakan ini murni dari hati nurani masyarakat dan ormas di Manokwari. Ini bukan agenda politik,” kata dia.
Jalil berharap aspirasi tersebut dapat diteruskan kepada Kapolri melalui Kapolda Papua Barat sebagai perwakilan institusi Polri di daerah.
“Kami berharap Kapolda dapat menyerap aspirasi ini dan meneruskannya kepada Kapolri,” ujarnya.
Aksi dukungan ini sekaligus menjadi pesan moral bagi Polri agar tetap menjaga prinsip sebagai institusi sipil negara yang bekerja secara jujur, adil, dan profesional. (Dhy)
