MANOKWARI, PinFunPapua.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat menegaskan komitmen memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berkualitas, dan berdaya tahan memasuki tahun 2026. Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., melalui Wakil Gubernur Mohammad Lakotani dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar di Manokwari.
Pertemuan yang mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” itu dihadiri Forkopimda Papua Barat, perbankan, pelaku usaha, akademisi, serta tokoh masyarakat. Agenda tersebut menjadi momentum strategis bagi Papua Barat untuk merumuskan langkah pembangunan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Mohammad Lakotani mengungkapkan bahwa ekonomi global pada 2025 masih dihantui berbagai tantangan, mulai dari perlambatan ekonomi dunia hingga tekanan harga pangan. Kendati demikian, Papua Barat menunjukkan ketahanan ekonomi melalui stabilitas konsumsi rumah tangga, peningkatan investasi, serta membaiknya aktivitas perdagangan antarwilayah.
“Pola ini menunjukkan bahwa ekonomi Papua Barat mulai bergerak dari ketergantungan pada satu sektor menuju struktur yang lebih beragam dan inklusif. Ini fondasi penting memasuki tahun 2026,” ujar Wagub.
Ia menegaskan bahwa Papua Barat memiliki modal pertumbuhan yang kuat, mulai dari kekayaan sumber daya alam, sektor perikanan, potensi pariwisata berbasis alam dan budaya, hingga ekosistem UMKM dan kewirausahaan yang terus berkembang. PTBI, menurutnya, merupakan ruang strategis untuk menyatukan optimisme sekaligus merumuskan langkah konkret pembangunan ekonomi daerah.
“Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi tempat untuk memadukan kekuatan lokal dan arah kebijakan nasional,” kata Wagub.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat memaparkan arah kebijakan ekonomi tahun 2026 yang dibangun melalui tiga pilar utama, yaitu:
Fokus utama meliputi penguatan ketahanan pangan, pengendalian inflasi, optimalisasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), peningkatan konektivitas wilayah, serta akselerasi digitalisasi pasar. Wagub menegaskan peran Bank Indonesia sangat penting dalam memberikan sistem peringatan dini serta asesmen ekonomi daerah.
Pengembangan diarahkan pada sektor-sektor yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, meliputi:
Industri padat karya berbasis potensi lokal
Pariwisata berkelanjutan
Hilirisasi UMKM
Ekonomi kreatif dan budaya
Penguatan rantai nilai perikanan dan hasil laut
Pemprov menempatkan penguatan UMKM sebagai prioritas utama, melalui peningkatan akses pembiayaan, perluasan transaksi digital berbasis QRIS, serta pendampingan usaha yang lebih intensif.
“Kita ingin pertumbuhan ekonomi tidak terpusat pada satu sektor, tetapi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegas Mohammad Lakotani.
Melalui PTBI 2025, Wagub mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun persepsi bersama, menyusun strategi yang sejalan, serta mengidentifikasi peluang kolaborasi demi memastikan manfaat pembangunan ekonomi dapat dirasakan merata oleh masyarakat Papua Barat.
Pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menyongsong pertumbuhan ekonomi Papua Barat yang lebih adaptif, inklusif, dan berdaya saing pada tahun 2026.
(JN)
