MANOKWARI, PinFunPapua.com – Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Papua Barat resmi dikukuhkan dalam upacara pelantikan yang berlangsung di Hotel Mansinam Beach, Manokwari. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum APINDO Nasional, Shinta Widjaja Kamdani, dan menetapkan Elisa Sroyer sebagai Ketua APINDO Papua Barat. Ia didampingi oleh Debora Debi Pangemanan selaku Ketua Dewan Pertimbangan, Isak Samuel Kijne sebagai Sekretaris, serta jajaran pengurus dari berbagai bidang.
Acara pelantikan turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Barat, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh pengusaha, serta perwakilan dunia usaha dari berbagai sektor.
Dalam sambutannya, Shinta Widjaja Kamdani menekankan bahwa pelantikan merupakan amanah besar dan menjadi titik awal kerja nyata organisasi. Ia menegaskan bahwa energi konsolidasi pada hari pelantikan harus terus dijaga agar seluruh program organisasi dapat berjalan efektif.
“Pelantikan adalah awal dari pekerjaan besar. Semangat itu tidak boleh berhenti di hari ini, tetapi harus dibawa sampai seluruh program organisasi terlaksana dengan baik,” ujar Shinta.
Shinta turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, khususnya Wakil Gubernur, yang dinilai konsisten memberikan dukungan terhadap penguatan dunia usaha dan iklim investasi di wilayah tersebut.
Dalam pemaparannya, Shinta menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Papua Barat pada tahun 2024 yang mencapai 20,80%, jauh melampaui rata-rata nasional. Pertumbuhan tersebut terutama didorong sektor industri pengolahan, pertambangan, LNG, serta perdagangan. Bahkan pada triwulan I tahun 2025, Papua Barat sempat mencatat pertumbuhan ekonomi hingga 25,5%.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Papua Barat tidak dapat terus bergantung pada sektor LNG dan pertambangan semata.
“Papua Barat memiliki potensi besar dari laut, perikanan, rumput laut, pariwisata bahari, hingga pertanian rakyat. APINDO harus menjadi jembatan untuk menghadirkan investasi yang mendorong sektor-sektor ini tumbuh lebih inklusif,” jelasnya.
Shinta menambahkan bahwa APINDO kini bergerak dengan pendekatan ekosistem, di mana DPN, DPP, hingga DPK saling melengkapi melalui penguatan data, advokasi kebijakan, dan integrasi program UMKM. Ia mengingatkan bahwa APINDO saat ini menaungi lebih dari 60.000 UMKM di seluruh Indonesia, sehingga pengurus daerah perlu mengembangkan inisiatif UMKM berbasis potensi lokal.
Pada bagian penutup, Shinta kembali menegaskan peran strategis APINDO Papua Barat dalam mendukung pembangunan nasional.
“APINDO Papua Barat harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Tugas kita bukan hanya membangun dunia usaha, tetapi memastikan bahwa setiap pertumbuhan ekonomi benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Papua Barat. Pusat akan mendukung penuh setiap langkah transformasi yang dilakukan di Papua Barat.”
Dengan pengukuhan ini, APINDO Papua Barat diharapkan mampu memperkuat peran dunia usaha, mendorong investasi yang berkualitas, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Papua Barat.
(JN)
