FAKFAK,PinFunPapua.com – Paroki Santo Yosep Fakfak secara resmi merilis jadwal lengkap rangkaian perayaan Misa Natal 2025 hingga Tahun Baru 2026. Seluruh rangkaian ibadah akan dimulai pada Rabu, 24 Desember 2025 dan ditutup dengan Perayaan Epifani pada Minggu, 4 Januari 2026.
Perayaan Natal diawali dengan Misa Malam Natal yang akan dilaksanakan pada Rabu, 24 Desember 2025 pukul 18.30 WIT. Selanjutnya, umat Katolik akan mengikuti Misa Hari Raya Natal pada Kamis, 25 Desember 2025 pukul 08.00 WIT.
Rangkaian perayaan berlanjut dengan Pesta Santo Stefanus pada Jumat, 26 Desember 2025 pukul 08.00 WIT. Kemudian, Pesta Keluarga Kudus akan dirayakan pada Minggu, 28 Desember 2025 pukul 08.00 WIT.
Menjelang pergantian tahun, Paroki Santo Yosep Fakfak juga akan menyelenggarakan Misa Tutup Tahun pada Rabu, 31 Desember 2025 pukul 18.30 WIT. Sementara itu, Misa Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah dijadwalkan pada Kamis, 1 Januari 2026 pukul 08.30 WIT.
Sebagai penutup rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru, umat Katolik akan mengikuti Perayaan Epifani pada Minggu, 4 Januari 2026 pukul 08.00 WIT.

Dewan Paroki melalui Seksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Yosep Fakfak, Ronaldo Josef Letsoin, menjelaskan bahwa jadwal yang dirilis tersebut khusus berlaku untuk pusat paroki.
“Paroki Santo Yosep Fakfak memiliki satu stasi, yakni Stasi Santo Aloysius Gonzaga di Kampung Sungai Gewerpe. Namun, jadwal yang kami sampaikan saat ini merupakan jadwal untuk pusat paroki,” ujar Ronaldo saat dikonfirmasi media melalui Komsos Paroki Santo Yosep Fakfak.
Ia menambahkan bahwa pihak paroki masih melakukan koordinasi dengan panitia di stasi terkait jadwal perayaan Natal dan Tahun Baru. “Untuk jadwal di stasi akan diumumkan menyusul. Saat ini kami masih menunggu informasi dari pihak stasi,” jelasnya.
Selain dilaksanakan secara langsung di gereja, seluruh rangkaian Misa Natal dan Tahun Baru juga akan disiarkan secara langsung (live streaming) melalui akun resmi media sosial Komsos Paroki Santo Yosep Fakfak di Facebook dan YouTube. Hal ini dilakukan agar umat yang sakit atau berhalangan hadir tetap dapat mengikuti perayaan secara daring.
Pengurus Paroki juga mengimbau seluruh umat Katolik untuk mempersiapkan diri secara rohani serta hadir tepat waktu agar seluruh rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh makna.(Risman Bauw)
