MANOKWARI, PinFunPapua.com – Universitas Papua (UNIPA) secara resmi mengukuhkan Prof. Dr. Hugo Warami, S.Pd., M.Hum. sebagai Guru Besar dalam bidang Linguistik Antropologi dan Linguistik Forensik. Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Aula Utama Universitas Papua, Manokwari, pada Rabu (14/1/2026), dan dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua Barat, pimpinan perguruan tinggi, sivitas akademika, serta sejumlah tamu undangan.
Pengukuhan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Papua, karena Prof. Dr. Hugo Warami tercatat sebagai Guru Besar pertama di fakultas tersebut. Selain itu, ia juga merupakan orang asli Papua kelima yang berhasil meraih gelar Guru Besar di lingkungan Universitas Papua. Saat ini, Prof. Hugo Warami juga mengemban amanah sebagai Rektor Universitas Papua sekaligus Ketua Senat UNIPA.
Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas capaian akademik yang diraih Prof. Dr. Hugo Warami. Ia menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar bukan semata-mata pencapaian jabatan fungsional akademik, melainkan wujud dedikasi, kerja keras, dan tanggung jawab besar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Guru Besar bukan hanya sebuah gelar akademik, tetapi simbol dedikasi, kerja keras, dan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Kami berharap keilmuan yang dimiliki dapat memberikan manfaat luas, khususnya bagi pelestarian budaya dan pembangunan Papua Barat,” ujar Dominggus Mandacan.

Gubernur juga menekankan bahwa bidang Linguistik Antropologi dan Linguistik Forensik memiliki relevansi yang sangat kuat dengan kondisi Papua yang dikenal memiliki keragaman bahasa dan budaya yang sangat kaya. Menurutnya, keilmuan tersebut diharapkan mampu berperan penting dalam menjaga, melestarikan, dan memperkuat identitas budaya masyarakat Papua.
“Papua memiliki keragaman bahasa yang luar biasa. Keahlian di bidang ini diharapkan tidak hanya mampu melestarikan bahasa dan budaya lokal, tetapi juga memberikan kontribusi dalam aspek hukum dan penegakan keadilan melalui kajian linguistik forensik,” katanya.
Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pendidikan tinggi dan penelitian di Universitas Papua. UNIPA dinilai sebagai institusi strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah dan nasional.
Sementara itu, Sekretaris Senat Universitas Papua dalam sambutannya menyebutkan bahwa pengukuhan Prof. Dr. Hugo Warami memiliki nilai historis tersendiri karena bertepatan dengan momentum satu abad pendidikan di Tanah Papua. Ia menilai capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika UNIPA, khususnya Fakultas Sastra dan Budaya.
“Pengukuhan ini merupakan tonggak penting bagi Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Papua. Prof. Dr. Hugo Warami adalah Guru Besar pertama di fakultas ini sekaligus orang asli Papua kelima yang meraih gelar Guru Besar di Universitas Papua,” ungkapnya.
Dengan pengukuhan Prof. Dr. Hugo Warami, Universitas Papua kini memiliki total 26 Guru Besar yang tersebar di berbagai bidang keilmuan. Kehadiran Guru Besar di bidang Linguistik Antropologi dan Linguistik Forensik diharapkan semakin memperkuat peran UNIPA dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pelestarian budaya Papua, serta kontribusi ilmiah dalam mendukung penegakan hukum dan keadilan berbasis riset akademik.
(JN)
