FAKFAK,PinFunPapua.com – Pembangunan daerah tidak lahir begitu saja. Ia tumbuh dari proses musyawarah yang menyatukan gagasan, perdebatan, serta harapan masyarakat dalam satu arah kebijakan. Semangat itulah yang mengemuka saat Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, Sabtu (14/2/2026).
Di hadapan pimpinan OPD, kepala distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat, serta perwakilan sektor pendidikan dan kesehatan, Bupati Samaun menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan. Forum ini, menurutnya, merupakan ruang strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskannya dengan arah pembangunan kabupaten.
“Musrenbang harus menghasilkan usulan yang akurat, prioritas, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, penyusunan RKPD 2027 harus berpijak pada amanat Undang-Undang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Pemerintahan Daerah.
Karena itu, proses perencanaan wajib berjalan secara berjenjang, mulai dari tingkat kampung, distrik, hingga kabupaten, agar setiap program memiliki kesinambungan dan arah yang jelas.
Bupati mengingatkan bahwa tahun 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kabupaten Fakfak 2025–2029 dengan visi “Fakfak Membara” — mandiri, sejahtera, aman, dan berdaya saing berlandaskan keberagaman.
Visi tersebut, kata dia, tidak akan tercapai tanpa fokus pada persoalan mendasar yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Sejumlah prioritas pembangunan pun dipaparkan. Penanggulangan kemiskinan dan stunting menjadi target utama. Selain itu, peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Tak kalah penting, pelestarian lingkungan hidup serta penguatan mitigasi bencana masuk dalam agenda strategis. Pemerintah daerah juga mendorong peningkatan daya saing ekonomi, penciptaan iklim investasi yang kondusif, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi wilayah.
Pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah kampung dan distrik, dinilai penting untuk membuka akses dan memperluas peluang ekonomi masyarakat. Di sisi lain, reformasi birokrasi juga menjadi penekanan, dengan tujuan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, transparan, efektif, dan efisien.
Bupati Samaun turut menggarisbawahi pentingnya menjaga adat dan budaya lokal sebagai ruh pembangunan di Kabupaten Fakfak. Menurutnya, pembangunan tidak boleh mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas daerah.
Tema pembangunan tahun 2027 diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia yang sehat dan cerdas, didukung ekonomi unggul, pelayanan publik bermutu, investasi yang kondusif, serta infrastruktur memadai dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan.
Ia berharap Musrenbang tingkat distrik menjadi media konsultasi publik yang hidup dan produktif, bukan sekadar daftar usulan, tetapi peta kebutuhan nyata masyarakat yang tersusun terukur dan tepat sasaran.
“Kami berharap semua unsur yang hadir dapat memberikan masukan terbaik. Musrenbang ini harus menjadi fondasi bagi pembangunan yang lebih berkualitas,” ujar Bupati.
Dengan mengucap basmalah, Bupati Samaun secara resmi membuka rangkaian Musrenbang tingkat distrik se-Kabupaten Fakfak. Ia menutup sambutannya dengan harapan agar setiap program yang direncanakan benar-benar menjadi langkah nyata membawa masyarakat Fakfak menuju kehidupan yang lebih mandiri, sejahtera, aman, dan berdaya saing.
Musrenbang kali ini bukan sekadar angka dalam dokumen perencanaan, melainkan cermin harapan masyarakat, tentang pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan yang lebih dekat, ekonomi yang lebih kuat, dan masa depan yang lebih pasti.(Risman Bauw).
