JAKARTA, PinFunPapua.com – Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, mengapresiasi percepatan pembangunan 66 rumah sakit lengkap di Indonesia yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut difokuskan pada daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan, termasuk wilayah Tanah Papua.
Filep menyampaikan, dari target pembangunan 32 RSUD pada tahun 2025, sebanyak 11 RSUD telah rampung. Sebanyak 16 RSUD lainnya ditargetkan selesai dan siap diresmikan pada minggu keempat Februari 2026, sementara 34 RSUD sisanya ditargetkan tuntas pada 2026.
“Komite III DPD RI mengapresiasi pembangunan rumah sakit lengkap berkualitas oleh Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari Misi Asta Cita Presiden. Total ada 66 rumah sakit, dan 24 di antaranya dibangun di Tanah Papua. Ini progres yang sangat positif dan patut didukung,” ujar Filep, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, peningkatan kualitas RSUD menjadi Tipe C merupakan langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan dasar. Peningkatan tersebut mencakup penguatan sarana dan prasarana, penyediaan alat kesehatan, serta pemenuhan SDM tenaga kesehatan, termasuk tujuh spesialis dasar dan tambahan kompetensi jantung serta saraf.
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga menargetkan percepatan layanan rujukan untuk empat penyakit katastropik utama (KJSU), yakni kanker, jantung, stroke, dan uro-nefrologi. Setiap kabupaten/kota ditargetkan memiliki RSUD dengan kompetensi KJSU Madya.
Filep menegaskan, pembangunan infrastruktur kesehatan harus diikuti dengan penguatan SDM, khususnya dokter spesialis. Ia memastikan Komite III DPD RI akan mengawal optimalisasi serapan beasiswa dokter spesialis bagi putra-putri Orang Asli Papua (OAP) maupun anak-anak Nusantara yang lahir dan besar di Papua.
“Kita sedang mengupayakan agar putra-putri OAP dan anak-anak Nusantara di Papua mendapat ruang afirmasi yang cukup dalam seleksi beasiswa kedokteran spesialis. Kami akan mengoptimalkan peluang beasiswa ini agar mereka nantinya mengabdi di Papua Barat dan Tanah Papua pada umumnya,” tegasnya.
Ia menilai, percepatan pembangunan 24 rumah sakit di Tanah Papua menjadi momentum penting untuk mengatasi ketertinggalan layanan kesehatan. Di wilayah Papua Barat, pembangunan direncanakan di Kabupaten Pegunungan Arfak.
Sementara itu, di Papua Barat Daya akan dibangun di Raja Ampat, Tambrauw, dan Maybrat. Di Provinsi Papua meliputi Keerom, Waropen, Sarmi, Supiori, dan Mamberamo Raya. Di Papua Tengah mencakup Puncak, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, dan Puncak Jaya. Papua Selatan meliputi Boven Digoel, Mappi, dan Asmat. Sedangkan Papua Pegunungan mencakup Yahukimo, Pegunungan Bintang, Tolikara, Nduga, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, dan Yalimo.
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan per 5 Februari 2026, 11 RSUD yang telah selesai dibangun tersebar di berbagai daerah di Indonesia, antara lain di Maluku Utara, Bengkulu, Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Lampung, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Barat.
Filep menegaskan, sinergi antara pembangunan infrastruktur dan penguatan SDM menjadi kunci utama peningkatan kualitas layanan kesehatan di Papua.
“Ketika infrastruktur dasar kesehatan dibangun dan SDM-nya disiapkan, maka pelayanan dasar dan kualitas hidup orang Papua akan jauh lebih baik. Inilah visi bersama yang harus kita dukung,” pungkasnya. (JN)
