FAKFAK,PinFunPapua.com – Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, merespons cepat dinamika penolakan aktivitas seismik oleh BP Indonesia di wilayah Arguni, Fakfak, Papua Barat, yang terjadi baru-baru ini.
Meski di tengah padatnya agenda pemerintahan, Bupati menegaskan bahwa langkah-langkah koordinasi telah dilakukan guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak.
Dalam wawancara door stop bersama sejumlah media di depan Gedung Winder Tuare, Kamis (19/2/2026), Samaun menyampaikan bahwa dirinya telah memanggil pihak-pihak terkait untuk duduk bersama, termasuk BP Indonesia dan SKK Migas.
“Pertemuan tahap pertama yang telah dilaksanakan ini bertujuan untuk memetakan persoalan secara objektif,” ungkapnya.
Ia menambahkan, rapat koordinasi juga telah dilakukan bersama seluruh unsur pimpinan daerah untuk memastikan penanganan persoalan berjalan terarah dan terukur.
“Saya sudah melakukan rapat dengan seluruh unsur pimpinan daerah, dan pihak BP juga sudah saya panggil. SKK Migas juga kami undang untuk merapatkan hal ini agar kita melihat seperti apa penyelesaiannya,” ujarnya.
Namun demikian, Bupati mengaku hingga saat ini masih terus mengumpulkan data akurat dari lapangan. Ia menyayangkan belum adanya laporan resmi secara langsung dari pihak Distrik maupun pihak terkait di Arguni mengenai detail kejadian tersebut.
“Jujur, saya sendiri belum mendengar laporan sesungguhnya dari Arguni. Kepala Distrik juga belum melaporkan langsung ke saya. Selama ini saya masih mendapat laporan dari luar dan terus mengecek kebenarannya secara langsung,” tambahnya.
Berdasarkan pantauan sementara, Samaun menegaskan tidak ada kejadian fatal yang terjadi di lokasi. Ia optimistis persoalan ini dapat diselesaikan melalui dialog dengan kepala dingin tanpa menimbulkan gesekan fisik maupun sosial.
“Sesungguhnya tidak ada kejadian yang fatal di Arguni. Saya berharap ini bisa kita selesaikan secara baik-baik. Semua pihak harus menahan diri dan duduk bersama untuk mencari jalan keluar. Tidak ada persoalan yang tidak bisa kita selesaikan,” tegasnya.
Menutup keterangannya, Bupati meminta masyarakat dan pihak perusahaan untuk tetap bersabar serta mengedepankan musyawarah dalam menyikapi persoalan tersebut. Ia berharap kehadiran investasi dan aspirasi masyarakat dapat berjalan selaras demi pembangunan daerah yang berkelanjutan di Kabupaten Fakfak. (R.B)
