FAKFAK,PinFunPapua.com – Dalam upaya mempererat hubungan kelembagaan dan meningkatkan sinergitas pelaksanaan tugas di wilayah, Korem 182/Jazira Onim menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang tamu Korem 182/JO, Kampung Kiat, Distrik Fakfak Barat, Kabupaten Fakfak, Papua Barat ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi harmonis antarinstansi pemerintah. Sinergi tersebut dinilai penting, khususnya dalam mendukung tugas pengamanan wilayah dan pengawasan lalu lintas barang yang keluar-masuk daerah.
Rombongan Bea Cukai disambut langsung oleh Danrem 182/JO beserta para pejabat utama Korem dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan.
Dalam sambutannya, Danrem 182/JO menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sebagai wujud komitmen bersama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah. Ia menegaskan, kolaborasi antara TNI dan Bea Cukai memiliki peran strategis, terutama dalam pengawasan potensi pelanggaran hukum seperti penyelundupan dan peredaran barang ilegal yang dapat merugikan negara dan masyarakat.
“Korem 182/JO siap mendukung tugas Bea Cukai di wilayah sesuai dengan ketentuan dan kewenangan yang berlaku. Sinergi yang baik akan semakin memperkuat pengawasan serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Bea Cukai menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadapi tantangan di lapangan, khususnya di wilayah pesisir dan perbatasan yang memiliki dinamika tersendiri. Dukungan aparat kewilayahan dinilai sangat membantu dalam mengoptimalkan pengawasan distribusi barang, penerimaan negara, serta pencegahan pelanggaran kepabeanan dan cukai.
Pertemuan tersebut juga diisi dengan diskusi dan tukar informasi terkait kondisi wilayah, potensi kerawanan, serta langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan secara terpadu. Kedua pihak sepakat untuk terus meningkatkan koordinasi melalui komunikasi rutin maupun kegiatan bersama di lapangan.
Silaturahmi ini sekaligus menjadi momentum memperkuat soliditas antarinstansi sebagai bagian dari sistem pertahanan dan keamanan negara yang saling mendukung. Dengan komunikasi terbuka dan sinergi berkelanjutan, diharapkan setiap tantangan dapat dihadapi secara cepat, tepat, dan terkoordinasi demi menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah Papua Barat. (Risman Bauw)
