Filep Wamafma Apresiasi Konsolda Pendidikan 2026 Papua Barat dan Papua Barat Daya
Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma (FOTO:Aufrida Marisan)
SORONG, PinFunPapua.com – Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Konsolidasi Daerah (Konsolda) Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 untuk Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua Barat Daya tersebut berlangsung di Vega Prime Hotel and Convention, Kota Sorong, pada 4–6 Maret 2026.
Menurut Filep, kegiatan tersebut merupakan langkah penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Tanah Papua, khususnya melalui penguatan sektor pendidikan. Forum Konsolda dinilai menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan pendidikan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun lembaga pendidikan lainnya.
“Kami sangat mengapresiasi agenda yang diselenggarakan BPMP ini, karena kepala daerah kita, baik Gubernur Papua Barat maupun Gubernur Papua Barat Daya beserta seluruh kepala daerah, memiliki tanggung jawab dan komitmen yang besar dalam membangun pendidikan serta mewujudkan visi besar Papua Cerdas,” ujar Filep dalam keterangan yang diterima, Kamis (5/3/2026).
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara para pemegang kebijakan sangat penting mengingat persoalan pendidikan di Tanah Papua masih tergolong kompleks. Oleh karena itu, forum seperti Konsolda menjadi sarana penting untuk menyatukan langkah serta merumuskan strategi bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di kedua provinsi tersebut.
Filep juga menyoroti komitmen pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam mempercepat pembangunan pendidikan secara nasional. Berbagai program strategis telah diluncurkan pemerintah pusat, di antaranya Program Indonesia Pintar (PIP), program revitalisasi sekolah, digitalisasi sekolah, hingga mekanisme evaluasi nasional melalui Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Menurutnya, berbagai program tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah agar dapat mendorong percepatan pembangunan pendidikan, khususnya di wilayah terpencil dan tertinggal.
“Harapan saya, semua sekolah di Tanah Papua atau setidaknya yang berada di wilayah 3T dapat menjadi skala prioritas dalam pembangunan pendidikan. Dalam hal ini dibutuhkan peran aktif semua pihak, khususnya instansi teknis serta Dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, untuk mendukung kepala daerah dalam menyiapkan data yang dibutuhkan oleh kementerian sehingga proses realisasi program dapat berjalan lebih cepat,” jelasnya.
Ia juga menilai program revitalisasi sekolah sebagai langkah yang sangat positif karena dapat membantu mengurangi beban anggaran pemerintah daerah, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini juga berdampak pada sektor pendidikan.
“Program revitalisasi sekolah ini sangat baik karena dapat membantu daerah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Karena itu, pemerintah daerah harus proaktif memanfaatkan program ini,” katanya.
Lebih lanjut, senator asal Papua Barat tersebut berharap pemerintah daerah dapat memprioritaskan program revitalisasi bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah pedalaman, termasuk sekolah-sekolah yang dikelola oleh yayasan yang telah lama mengabdi di Tanah Papua.
Menurut Filep, kehadiran program pemerintah pusat di daerah-daerah terpencil akan memberikan motivasi besar bagi para penggerak pendidikan yang selama ini bekerja dengan penuh dedikasi untuk mencerdaskan anak-anak Papua.
“Ini menjadi momentum penting karena program revitalisasi sekolah tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta. Bahkan dalam beberapa kesempatan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menekankan pentingnya optimalisasi sekolah-sekolah swasta,” ujarnya.
Ia pun mengajak sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan yayasan, khususnya yang telah lama beroperasi di Papua, untuk berpartisipasi aktif dalam program tersebut agar dapat memperoleh prioritas bantuan dari pemerintah pusat.
Filep mengungkapkan bahwa dirinya juga telah melakukan komunikasi dengan sejumlah kepala sekolah dan pimpinan yayasan pendidikan di Papua guna mendorong partisipasi aktif mereka dalam menyambut program revitalisasi sekolah.
“Saya sudah berkomunikasi dengan sejumlah kepala sekolah dan juga ketua yayasan di Papua agar kita bersama-sama menyambut program ini. Saya akan memberikan dukungan penuh agar program revitalisasi sekolah di wilayah 3T, khususnya di Tanah Papua, benar-benar menjadi prioritas dalam pembangunan pendidikan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Filep juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Papua Barat Daya yang telah membuka kegiatan Konsolda Pendidikan 2026 serta memberikan dukungan terhadap upaya percepatan pembangunan pendidikan di wilayah tersebut.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah menunjukkan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di Papua, termasuk Pemerintah Provinsi Papua Barat, DPR Papua Barat, Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat.
“Sekali lagi kita memberikan apresiasi kepada Gubernur Papua Barat Daya yang telah membuka acara ini serta memberikan sambutan yang sangat positif. Juga kepada Gubernur Papua Barat, DPR Papua Barat, MRP Papua Barat, dan semua pihak yang berkomitmen membantu percepatan pembangunan pendidikan di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya,” pungkasnya. (red/rls)
