FAKFAK,PinFunPapua.com – Bupati Fakfak Samaun Dahlan memberikan penjelasan kepada masyarakat Distrik Arguni terkait aktivitas seismik dan rencana produksi gas di Lapangan Ubadari. Dalam pertemuan bersama tokoh adat dan masyarakat, Bupati menegaskan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif agar Fakfak dapat segera beralih dari daerah terdampak menjadi daerah penghasil minyak dan gas (migas).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga meluruskan berbagai isu yang beredar mengenai eksploitasi gas di wilayah Arguni. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada gas yang diambil dari Lapangan Ubadari oleh pihak perusahaan.
“Saya perlu sampaikan supaya masyarakat tahu, bahwa selama ini negara dan perusahaan belum mengambil gas setitik pun dari Ubadari. Saat ini proses penyiapan produksi masih berjalan,” ujar Bupati Samaun Dahlan di hadapan masyarakat Arguni, Selasa (10/3/2026).
Bupati menjelaskan, cadangan gas di Lapangan Ubadari diperkirakan hanya sekitar 1,3 Trillion Cubic Feet (TCF), jauh lebih kecil dibandingkan cadangan gas di Teluk Bintuni yang mencapai 17,8 TCF. Kondisi tersebut sempat membuat perusahaan mempertimbangkan ulang investasi karena tingginya biaya pembangunan pipa menuju fasilitas LNG Tangguh.
Namun demikian, melalui komunikasi intensif dengan pemerintah pusat, proyek tersebut tetap didorong agar Fakfak dapat memperoleh Dana Bagi Hasil (DBH) sebagai daerah penghasil migas.
“Kalau bukan kita dorong ke Bapak Menteri, mungkin proyek ini tidak jalan karena cadangannya kecil. Kita harus masuk dulu jadi daerah penghasil agar APBD kita bisa meningkat seperti daerah lain,” jelasnya.
Selain Ubadari, Bupati juga menyampaikan kabar mengenai potensi cadangan migas baru di Blok Ghea 1 yang membentang dari wilayah Wartutin hingga Karas, serta Blok Ghea 2. Total potensi cadangan gas di kedua blok tersebut diperkirakan mencapai 106,9 TCF.
Menurut Bupati, jumlah tersebut bahkan melampaui cadangan gas besar lainnya di Indonesia, seperti Natuna yang mencapai 46 TCF dan Masela sekitar 18,5 TCF.
“Ini adalah berkat di depan mata. Jika ditotal, cadangan ini jauh di atas cadangan gas terbesar yang dimiliki Indonesia saat ini,” ungkapnya.
Dengan potensi tersebut, pemerintah mulai mendorong kajian rencana pembangunan kilang di wilayah Fakfak sebagai bagian dari pengembangan sektor migas di masa depan.
Menanggapi aspirasi masyarakat terkait aktivitas di lapangan, Bupati meminta Raja dan masyarakat Arguni menunjuk lima orang perwakilan untuk berangkat ke Jakarta guna berdialog langsung dengan SKK Migas dan pihak perusahaan.
Ia berharap seluruh persoalan dapat diselesaikan secara bijak agar tidak menghambat peluang besar yang dapat membawa manfaat bagi daerah.
Selain itu, Bupati juga berencana menggelar pertemuan besar bersama para tokoh agama dan para Raja setelah Idul Fitri guna membahas secara mendalam pengelolaan Blok Ghea.
“ Mari kita mulai dari yang kecil, yaitu Ubadari, untuk menuju yang besar yakni Blok Ghea. Semua ini tujuannya hanya satu, yaitu kesejahteraan masyarakat Fakfak,” pungkasnya. (Risman Bauw).
