Sekda Papua Barat, Ali Baham Temongmere Pantau Ketersediaan Bahan Pokok Jelang Idul Fitri, (Foto: Risman Bauw).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Dr. Ali Baham Temongmere, MTP, melakukan kunjungan ke Kabupaten Fakfak untuk memantau langsung ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kunjungan tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan berbagi kepada masyarakat serta dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjual produk lokal.
Ali Baham Temongmere mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memastikan stok bahan kebutuhan masyarakat tetap aman menjelang Idul Fitri, Sabtu (14/3/2026).
“Karena berada di Fakfak, kami sekaligus melihat langsung ketersediaan bahan kebutuhan masyarakat, baik bahan pokok maupun produk lokal. Ini penting untuk memastikan semuanya aman menjelang Idul Fitri,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga membeli berbagai produk yang dijual masyarakat, seperti kue-kue buatan ibu-ibu, kemudian dibagikan kembali kepada warga sebagai bentuk sedekah di bulan Ramadan.
“Hari ini kami datang bersama-sama. Ibu-ibu membawa kue, kita beli sedikit-sedikit lalu kita berbagi. Yang berjualan mendapat rezeki, yang membeli dan yang menerima juga mendapat pahala,” katanya.
Selain itu, Sekda juga berdialog dengan sejumlah pelaku usaha dan pemilik toko di Fakfak terkait ketersediaan bahan pokok. Dari hasil pemantauan, stok sejumlah komoditas dinilai masih mencukupi.
Ia mencontohkan, salah satu toko besar di Fakfak menyampaikan bahwa stok beras masih tersedia dalam jumlah cukup bahkan untuk jangka waktu yang panjang.
“Artinya ketersediaan pangan aman dan harga juga relatif stabil,” jelasnya.
Ali Baham juga menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Fakfak serta organisasi keislaman lainnya yang turut mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna meningkatkan kesejahteraan serta ketahanan ekonomi masyarakat di daerah. (Risman Bauw).
