MANOKWARI, PinFunPapua.com – Mantan atlet sekaligus pengurus KONI Papua Barat, Elisa Sroyer, menyampaikan pesan kuat kepada seluruh kandidat calon Ketua KONI Papua Barat agar mengedepankan profesionalisme dan integritas dalam memimpin organisasi olahraga tersebut.
Menurut Elisa, semua putra-putri Papua Barat memiliki hak yang sama untuk maju, memilih, dan dipilih dalam proses demokrasi organisasi. Namun, hal utama yang harus dimiliki seorang pemimpin KONI adalah kesiapan, rasa memiliki, serta kecintaan terhadap dunia olahraga.
“Yang paling penting itu bagaimana pemimpin punya kepedulian, rasa memiliki, dan komitmen untuk membina serta mengembangkan olahraga hingga melahirkan prestasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa KONI bukanlah ruang untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Sebaliknya, organisasi ini harus difokuskan sepenuhnya pada peningkatan prestasi atlet di berbagai cabang olahraga.
Elisa juga mengingatkan pentingnya penempatan pengurus berdasarkan kapasitas dan kapabilitas. Kesalahan dalam menempatkan orang, menurutnya, berpotensi menimbulkan persoalan hukum yang justru merugikan organisasi ke depan.
“Jangan sampai salah menempatkan orang, akhirnya kita berhadapan dengan persoalan hukum. Kita harus belajar dari pengalaman sebelumnya,” tegasnya.
Berbekal pengalaman sebagai pengurus cabang olahraga, Elisa mengaku telah membuktikan kontribusinya dalam mengharumkan nama Papua Barat di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), khususnya melalui cabang angkat besi, angkat berat, dan binaraga yang konsisten menyumbang medali.
Ia pun berharap siapapun yang terpilih nantinya mampu mengembalikan kejayaan Papua Barat sebagai gudang atlet, khususnya di wilayah Manokwari yang dulu dikenal melahirkan banyak atlet berprestasi di cabang sepak bola, tinju, hingga atletik.
“Papua Barat ini gudang atlet. Tinggal bagaimana pemimpin ke depan mampu menata kembali pembinaan agar kita kembali berjaya di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.
Selain itu, Elisa juga menyoroti pentingnya validitas kepengurusan dalam proses pemilihan. Ia meminta pengurus KONI saat ini segera mengevaluasi masa jabatan pengurus, baik di tingkat KONI maupun cabang olahraga, agar tidak menimbulkan polemik dalam proses pemilihan.
“Kalau ada yang masa jabatannya sudah habis, segera lakukan musda. Jangan sampai ini jadi masalah hukum di kemudian hari,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Elisa turut menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, yang dinilai telah memberikan ruang seluas-luasnya kepada putra-putri asli Papua untuk berperan dalam kepengurusan KONI.
Ia juga mengapresiasi komitmen gubernur yang menegaskan tidak adanya praktik “titipan” dalam proses pemilihan.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang sudah memberikan kesempatan kepada anak-anak Papua untuk mengurus KONI, serta komitmennya bahwa tidak ada titipan dalam proses ini,” ungkap Elisa.
Di akhir pernyataannya, Elisa berharap seluruh tahapan, mulai dari pencalonan hingga pemilihan, dapat berjalan sesuai dengan AD/ART organisasi sehingga menghasilkan pemimpin yang benar-benar mampu membawa olahraga Papua Barat ke arah yang lebih baik.
“Siapapun yang terpilih, mari kita dukung. Yang penting prosesnya berjalan jujur, adil, dan profesional,” tutupnya. (JN)
