Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf Wahlin Rahman, S.pd, melalui Pasi Pers Kodim, Kapten Inf Tri Darma saat memaparkan materi pada pelaksanaan Musrenbang, (Foto: Risman Bauw).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Komandan Kodim (Dandim) 1803/Fakfak, Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd, menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan Pemerintah Daerah dalam mempercepat ketahanan pangan nasional, khususnya di Kabupaten Fakfak.
Penegasan tersebut disampaikan melalui Perwira Seksi Personel (Pasi Pers) Kodim 1803/Fakfak, Kapten Inf Tri Darma, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD dan Otsus Kabupaten Fakfak, Selasa (14/4/2026).
Dalam penyampaiannya, Tri Darma menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis yang tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanian, tetapi juga menyangkut stabilitas dan ketahanan nasional secara menyeluruh.
“Sinergitas antara TNI AD dan pemerintah daerah merupakan langkah konkret dalam mendukung percepatan swasembada pangan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut menjadi penting di tengah berbagai tantangan global seperti krisis pangan dan dampak perubahan iklim, termasuk fenomena El Nino yang turut mempengaruhi produksi pertanian.
Selain itu, percepatan ketahanan pangan juga dilakukan melalui optimalisasi lahan tidur menjadi lahan produktif, sejalan dengan arahan pemerintah pusat dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional.
Dalam implementasinya, pemerintah daerah melalui dinas teknis berperan menyediakan bibit unggul, pupuk subsidi, dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pembiayaan melalui APBD dan dana desa.
Sementara itu, TNI AD melalui jajaran Kodim dan Babinsa berperan aktif dalam pendampingan kelompok tani, pengawalan distribusi bantuan, mobilisasi tenaga kerja, hingga membantu pembukaan lahan tidur milik negara maupun masyarakat.
“Babinsa di lapangan menjadi ujung tombak dalam memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran,” kata Tri Darma.
Sejumlah program prioritas juga terus didorong, di antaranya pompanisasi dan pipanisasi sebagai solusi cepat menghadapi kekeringan, guna meningkatkan indeks pertanaman pada lahan sawah tadah hujan.
Optimalisasi lahan rawa maupun lahan terbengkalai turut digencarkan melalui program manunggal pertanian dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi, seperti rendahnya minat generasi muda di sektor pertanian serta alih fungsi lahan yang terus terjadi.
Untuk itu, diperlukan edukasi berbasis teknologi pertanian modern (smart farming) serta penguatan regulasi lahan pertanian pangan berkelanjutan.
“Ketahanan pangan yang kuat merupakan bagian dari sistem pertahanan negara. Karena itu, sinergi semua pihak menjadi kunci dalam mewujudkan kedaulatan pangan,” pungkasnya. (Risman Bauw).
