MANOKWARI,PinFunPapua.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua Barat melalui bidang Perbankan, Fiskal, dan Perpajakan bekerja sama dengan sejumlah perbankan menggelar sosialisasi optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Papua Barat, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Manokwari ini dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Papua Barat, Sarce M. Meidodga, didampingi Ketua Umum Kadin Papua Barat, Suriyati, serta dihadiri pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) orang asli Papua (OAP)
Dalam sambutannya, Ketua Kadin Papua Barat, Suriyati, menegaskan bahwa program KUR memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Program ini dinilai menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
“Penyaluran KUR bukan hanya soal pembiayaan, tetapi menjadi bagian dari upaya besar untuk menggerakkan ekonomi daerah. UMKM adalah fondasi ekonomi kita, termasuk di Manokwari dan Papua Barat secara umum,” ujar Suriyati.
Ia menjelaskan, Papua Barat memiliki potensi ekonomi yang besar, baik dari sektor perdagangan, pertanian, maupun usaha kreatif. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya berkembang optimal karena keterbatasan akses terhadap permodalan dan rendahnya literasi keuangan masyarakat.
Menurut dia, masih banyak pelaku usaha, khususnya UMKM dan generasi milenial Papua, yang memiliki ide dan kemampuan, tetapi belum mampu mengembangkan usaha karena terkendala modal.
“Kami melihat banyak anak-anak muda Papua yang sebenarnya punya potensi besar. Mereka punya kreativitas, punya semangat, tetapi sering terhambat di akses pembiayaan,” katanya.
Karena itu, melalui kegiatan sosialisasi ini, Kadin Papua Barat berupaya memberikan pemahaman menyeluruh mengenai program KUR, mulai dari persyaratan, mekanisme pengajuan, hingga manfaat yang bisa diperoleh pelaku usaha.
“Kami ingin pelaku UMKM tahu secara jelas bagaimana cara mengakses KUR, apa saja syaratnya, dan bagaimana memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” ujarnya.
Suriyati juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir di kalangan generasi muda Papua. Ia mendorong agar generasi milenial tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga berani menjadi pencipta lapangan kerja.
“Jangan hanya berharap menjadi aparatur sipil negara atau tenaga honorer. Saat ini peluang di sektor tersebut semakin terbatas, apalagi dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut seharusnya menjadi momentum bagi generasi muda untuk beralih ke dunia usaha dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disediakan pemerintah, termasuk program KUR.
“Justru ini kesempatan untuk menjadi pelopor wirausaha. Fasilitas sudah disediakan oleh pemerintah, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya secara bertanggung jawab,” ucapnya.
Lebih lanjut, Suriyati menegaskan komitmen Kadin Papua Barat untuk terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah dan penghubung antara dunia usaha dengan lembaga keuangan.
Menurut dia, keberadaan Kadin tidak hanya sebatas organisasi, tetapi juga sebagai jembatan yang memastikan pelaku usaha mendapatkan akses pembiayaan yang tepat.
“Kami ingin memastikan bahwa program-program seperti KUR benar-benar tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama putra-putri asli Papua,” katanya.

Ia juga menilai, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan sektor perbankan menjadi kunci dalam memperluas akses pembiayaan dan memperkuat ekosistem UMKM di Papua Barat.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Papua Barat, Sarce M. Meidodga, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Kadin Papua Barat yang dinilai aktif mendorong penguatan sektor UMKM.
Menurut dia, kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha, terutama dalam hal permodalan dan pengembangan kapasitas usaha.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan dari Kadin dan perbankan agar pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan akses modal, tetapi juga pendampingan usaha,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, serta peningkatan literasi keuangan.
Dengan demikian, pelaku usaha tidak hanya mampu mengakses pembiayaan, tetapi juga mampu mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan.
Ke depan, Kadin Papua Barat berharap sosialisasi KUR dapat menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang kuat di Papua Barat.
Dengan meningkatnya akses pembiayaan, literasi keuangan, dan semangat kewirausahaan, diharapkan akan lahir lebih banyak pelaku usaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat. Jika UMKM tumbuh, maka ekonomi daerah juga akan ikut tumbuh,” ujar Suriyati.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Papua Barat, Sarce Meidogda, menyampaikan apresiasi kepada Kadin Papua Barat atas inisiatif menyelenggarakan sosialisasi terkait akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Menurut Sarce, kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam membuka wawasan pelaku usaha, khususnya UMKM, mengenai mekanisme pembiayaan yang tepat, terstruktur, dan berkelanjutan.
“Kegiatan seperti ini sangat penting agar pelaku usaha memahami bagaimana mengakses pinjaman modal secara benar, sekaligus mampu mengelola usaha mereka dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi dan UMKM telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada pelaku usaha. Namun, dalam praktiknya, tidak semua usaha yang menerima bantuan mampu bertahan dalam jangka panjang.
Sarce mengungkapkan, terdapat sejumlah kasus di mana usaha yang telah mendapatkan bantuan justru tidak lagi berjalan hanya dalam hitungan bulan setelah bantuan diberikan.
“Ini menjadi evaluasi bagi kami. Ada usaha yang setelah dibantu, beberapa bulan kemudian sudah tidak berjalan lagi. Artinya, bukan hanya modal yang dibutuhkan, tetapi juga pemahaman dalam mengelola usaha,” katanya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya edukasi yang menyeluruh kepada pelaku usaha, tidak hanya terkait akses pembiayaan, tetapi juga manajemen usaha, perencanaan keuangan, hingga keberlanjutan bisnis.
Menurut dia, program seperti KUR tidak sekadar memberikan pinjaman, tetapi juga mendorong pelaku usaha untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam mengembangkan usahanya.
“Melalui KUR, pelaku usaha didorong untuk lebih siap, baik dari sisi administrasi maupun pengelolaan usaha. Ini yang menjadi kunci agar usaha bisa bertahan dan berkembang,” ujarnya.
Sarce berharap, melalui sosialisasi tersebut, pelaku UMKM di Papua Barat dapat memiliki pemahaman yang lebih baik dalam memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang tersedia, sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan semata.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi pelaku usaha agar mampu menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan bisnis.
“Kita ingin usaha masyarakat tidak hanya tumbuh, tetapi juga berkelanjutan. Karena itu, edukasi dan pendampingan harus berjalan seiring dengan pemberian akses modal,” katanya.
Dengan demikian, diharapkan program pembiayaan seperti KUR dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Papua Barat. (Dhy)
