MANOKWARI,PinFunPapua.com -Kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, ke wilayah Papua Barat mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk organisasi kepemudaan daerah.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Solidaritas Pemuda-Pemudi Desa (SPEDA) Papua Barat, Hasan Gozali Erbabley, menilai kehadiran Wakil Presiden di Tanah Papua merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan di wilayah timur Indonesia.
Menurut Hasan, kunjungan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melihat langsung kondisi di lapangan.
“Dengan kehadiran Wapres, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk turun langsung mengecek situasi di daerah, memastikan bahwa program pembangunan benar-benar berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Hasan dalam keterangannya di Manokwari.
Ia menambahkan, langkah tersebut penting mengingat Papua masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang kompleks, mulai dari keterbatasan infrastruktur dasar hingga akses layanan publik yang belum merata.
Hasan menilai kunjungan ini juga sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan pemerataan pembangunan sebagai salah satu prioritas utama pemerintah.
“Papua memiliki potensi sumber daya alam dan budaya yang sangat besar. Namun di sisi lain, masih terdapat kesenjangan dalam akses transportasi, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta peluang ekonomi. Karena itu, perhatian langsung dari pemerintah pusat menjadi sangat penting,” katanya.
Dalam rangkaian agenda kunjungannya, Wakil Presiden meninjau sejumlah proyek strategis yang tengah dibangun di Papua Barat. Beberapa di antaranya meliputi pembangunan pelabuhan sebagai penunjang konektivitas logistik, rumah sakit umum daerah (RSUD) untuk meningkatkan layanan kesehatan, serta pembangunan rumah susun bagi aparatur sipil negara (ASN).
Peninjauan tersebut, menurut Hasan, menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa setiap proyek berjalan secara efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami melihat adanya upaya serius dari pemerintah untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar terealisasi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Tidak hanya fokus pada peninjauan infrastruktur, Wakil Presiden juga melakukan dialog langsung dengan masyarakat dan tokoh-tokoh setempat. Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspirasi, harapan, serta persoalan yang dihadapi masyarakat disampaikan secara terbuka.
Hasan menilai pendekatan dialogis tersebut mencerminkan pola pembangunan yang inklusif, di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam proses pembangunan.
“Pemerintah tidak hanya bekerja secara administratif dari pusat, tetapi juga membuka ruang dialog untuk mendengar langsung suara masyarakat. Ini sangat penting agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” kata dia.
Lebih lanjut, Hasan berharap kunjungan Wakil Presiden dapat menjadi momentum percepatan pembangunan di Papua, khususnya dalam mengatasi kesenjangan antarwilayah yang selama ini masih menjadi tantangan.
Ia juga mendorong agar seluruh program yang telah direncanakan dapat dikawal dengan baik, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat, sehingga pelaksanaannya berjalan optimal.
“Kami berharap kunjungan ini tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi menjadi titik awal dari langkah-langkah konkret yang berkelanjutan dalam membangun Papua,” ujarnya.
Menurut Hasan, keberhasilan pembangunan di Papua tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dengan adanya perhatian yang lebih intensif dari pemerintah pusat, ia optimistis pembangunan di Papua dapat berjalan lebih cepat dan merata, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat secara signifikan.
“Kami percaya bahwa dengan kolaborasi yang baik dan komitmen yang kuat, kesenjangan pembangunan di Papua dapat terus diperkecil. Ini adalah bagian dari upaya besar untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan merata, dari Sabang hingga Papua,” kata Hasan. (Dhy)
