FAKFAK,PinFunPapua.com – Kegiatan Fakfak Motor Contest Membara 2026 di Kabupaten Fakfak tidak hanya menjadi ajang adu kreativitas otomotif, tetapi juga menghadirkan ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan komunitas otomotif, pelaku seni, hingga pemangku kebijakan.
Penutupan kegiatan yang berlangsung di Gedung KONI Fakfak, Sabtu (25/4/2026), berlangsung meriah dengan penampilan musik rock dari komunitas Rockparlement. Hentakan musik energik yang disuguhkan mampu menghidupkan suasana dan menarik antusiasme peserta maupun masyarakat yang memadati lokasi acara.
Penampilan Rockparlement menjadi pelengkap rangkaian kegiatan yang sebelumnya diisi dengan berbagai kategori lomba modifikasi kendaraan. Komunitas ini dikenal sebagai gerakan dalam industri musik di Papua Barat yang berfokus pada penguatan ekosistem musik yang terstruktur serta mendorong profesionalisme musisi lokal.
founder dan Owner Rockparlement, Fachry Tura, menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk dukungan terhadap aktivitas positif generasi muda di Fakfak. Ia menilai, event otomotif seperti ini memiliki peran strategis dalam mengarahkan minat anak muda ke arah yang lebih konstruktif.
“Kehadiran kami untuk mendukung kegiatan yang diselenggarakan IMI wilayah Fakfak. Kami sangat mengapresiasi event ini dan ke depan akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini,” ujar Fachry.
Menurutnya, tingginya minat generasi muda terhadap dunia otomotif perlu difasilitasi melalui wadah resmi yang terorganisir dan edukatif. Tanpa ruang yang tepat, potensi tersebut berisiko tersalurkan ke aktivitas yang melanggar aturan, seperti balap liar di jalan umum.

“Ini adalah wadah kreativitas anak muda. Daripada menyalurkan hobi di jalanan, lebih baik difasilitasi melalui event resmi seperti ini,” tambahnya.
Fachry yang juga merupakan anggota DPR Provinsi Papua Barat menegaskan bahwa kegiatan terorganisir tidak hanya mendorong kreativitas, tetapi juga meningkatkan kesadaran hukum serta keselamatan berlalu lintas di kalangan generasi muda.
Ia juga mendorong adanya sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan legislatif dalam mendukung kegiatan kreatif anak muda. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun ekosistem industri kreatif dan komunitas otomotif yang sehat di daerah.
Selain itu, Fachry menyoroti keterbatasan infrastruktur pendukung otomotif di Kabupaten Fakfak, khususnya belum tersedianya lintasan balap resmi. Ia menilai, keberadaan sirkuit sangat penting untuk menyediakan ruang aman bagi komunitas dalam berlatih dan berkompetisi.
“Harapannya ke depan kita bisa memiliki lintasan sendiri agar komunitas motor punya tempat yang aman dan terarah. Daripada balapan di jalan umum, lebih baik disiapkan fasilitas resmi,” tegasnya.
Dengan kolaborasi antara komunitas otomotif, pelaku seni, dan pemangku kepentingan, kegiatan Fakfak Motor Contest Membara 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi event seremonial, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan di Kabupaten Fakfak dan Papua Barat secara umum. (Risman Bauw).
