RSUD Fakfak Tingkatkan Kompetensi Perawat Lewat Pelatihan BTCLS (Foto: Risman Bauw).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terus dilakukan RSUD Fakfak dengan menggelar pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) bagi tenaga perawat, Senin (4/5/2026).
Ketua panitia pelatihan, Halijah Bauw, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas dan kompetensi teknis perawat, khususnya dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan seperti trauma dan kardiovaskular.
Menurutnya, peningkatan kemampuan tersebut sangat penting guna menekan angka kematian (mortalitas) dan angka kecacatan (morbiditas) pasien.
“Pelatihan ini bertujuan agar perawat memiliki kemampuan yang sama sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganan kasus kegawatdaruratan, sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan berkualitas kepada pasien,” ujarnya.
Halijah menjelaskan, pelatihan ini diikuti oleh 42 peserta, terdiri dari 40 perawat RSUD Fakfak yang bertugas di berbagai unit, seperti IGD, ICU, instalasi rawat inap, dan instalasi rawat jalan. Selain itu, dua peserta lainnya merupakan perawat dari Puskesmas Kramongmongga. Ia juga menyebutkan bahwa pelatihan BTCLS ini merupakan kali kedua dilaksanakan oleh pihak rumah sakit.

Lebih lanjut, ia berharap seluruh perawat di RSUD Fakfak memiliki standar pengetahuan dan keterampilan yang sama dalam penanganan pasien gawat darurat.
“Harapannya semua perawat yang bertugas memiliki kompetensi teknis yang setara, sehingga penanganan kasus kegawatdaruratan dapat dilakukan secara cepat, tepat, terukur, dan sesuai standar internasional seperti yang direkomendasikan oleh American Heart Association (AHA),” jelasnya.
Ia menambahkan, kemampuan tersebut tidak hanya penting dalam praktik pelayanan, tetapi juga menjadi bagian dari pemenuhan standar akreditasi rumah sakit serta amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
“Setiap perawat wajib memiliki kompetensi yang dibuktikan melalui sertifikat dan pelatihan yang berkelanjutan. Ini menjadi dasar penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” tutupnya. (Risman Bauw).
