MANOKWARI,PinFunPapua- Polda Papua Barat berkomitmen dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan orang asli Papua (OAP) di SP 5 Macuan, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Kemarin.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong generasi muda Papua terlibat dalam pengembangan sektor pertanian modern.
Peluncuran program dipimpin Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Dr. Sulastiana, M.Si., GRGP., CHCM., CRPP., dan dihadiri pejabat utama Polda Papua Barat, mahasiswa, Dinas Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat.
Dalam kegiatan itu, Polda Papua Barat menyerahkan bantuan benih jagung kepada kelompok tani sekaligus melakukan penanaman perdana bersama para petani dan mahasiswa di lahan pertanian warga.
Sulastiana mengatakan, program tersebut lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Menurut dia, Papua Barat masih menghadapi keterbatasan ketersediaan benih unggul, sementara sektor pertanian selama ini belum sepenuhnya dikelola oleh masyarakat lokal.
Ia menilai, keterlibatan generasi muda OAP dalam sektor pertanian perlu terus diperkuat agar masyarakat Papua mampu menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi daerah, terutama di bidang pangan.
“Melalui kolaborasi antara Polda Papua Barat dan Dinas Pertanian, kami ingin mendorong keterlibatan aktif masyarakat, khususnya petani milenial OAP, agar mampu menjadi pelaku utama dalam pengembangan pertanian modern di Papua Barat,” kata Sulastiana.
Menurut dia, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat untuk mandiri dan berdaya saing dalam mengelola potensi pertanian di daerahnya sendiri.
Karena itu, program penangkaran benih jagung diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi awal dari pengembangan pertanian berkelanjutan yang dikelola langsung oleh masyarakat Papua.
Dalam program tersebut, Polda Papua Barat memfasilitasi distribusi sekitar tiga ton benih jagung kepada 178 petani yang tergabung dalam delapan kelompok tani di Papua Barat. Selain itu, kegiatan juga melibatkan sekitar 20 mahasiswa dan 11 kelompok tani di Distrik Masni.
Sulastiana menjelaskan, mahasiswa yang terlibat diharapkan dapat menjadi agen edukasi dan pendampingan bagi para petani, terutama dalam penerapan teknik pertanian modern dan pengelolaan hasil pertanian.
“Kami ingin ada sinergi antara aparat, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat sehingga pembangunan pertanian dapat berjalan lebih maksimal,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi masyarakat yang telah menyediakan lahan untuk mendukung program tersebut. Pada tahap awal, lahan seluas 1,5 hektare disiapkan untuk penanaman jagung dengan estimasi hasil panen mencapai sekitar lima ton.
Menurut Sulastiana, pengembangan pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
Karena itu, para petani milenial OAP didorong memahami teknik budidaya yang baik, pengelolaan benih unggul, penggunaan pupuk secara tepat, hingga pengembangan pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Polda Papua Barat hadir sebagai fasilitator untuk membantu masyarakat, khususnya petani OAP, agar mendapatkan dukungan dan akses dalam pengembangan sektor pertanian,” katanya.
Ia berharap program tersebut dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama generasi muda Papua, sehingga sektor pertanian tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan tradisional semata, melainkan sebagai sektor usaha yang menjanjikan.
Sulastiana juga berpesan kepada para petani muda OAP agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik dan terus meningkatkan kemampuan dalam mengelola pertanian modern.
“Kita ingin melahirkan petani-petani muda OAP yang mampu menginspirasi, bukan hanya menanam jagung, tetapi juga menanam pengetahuan dan semangat membangun pertanian Papua Barat,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Gudug Kurniawan, S.I.K., M.H., mengatakan program ketahanan pangan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat.
Menurut Gudug, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung program-program sosial dan ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Polda Papua Barat tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berupaya hadir di tengah masyarakat melalui program-program yang produktif dan bermanfaat. Program penangkaran benih jagung ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian petani OAP sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” katanya.
Ia menambahkan, sektor pertanian memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Papua Barat karena didukung lahan yang luas dan kondisi alam yang mendukung.
Karena itu, kerja sama lintas sektor dinilai penting agar pengembangan pertanian dapat berjalan secara berkesinambungan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Program penangkaran benih dan penanaman jagung tersebut diharapkan terus berkembang dan menjadi salah satu model pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian di Papua Barat.
Selain meningkatkan produksi pangan daerah, program itu juga diharapkan mampu melahirkan petani muda Papua yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah maupun ketahanan pangan nasional. (Dhy)
