MANOKWARI, PinFunPapua.com – Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Papua Barat mulai melakukan penataan serta pengecekan fasilitas pada tiga pos penjagaan di lingkungan Kantor Gubernur Papua Barat, Manokwari. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung keamanan dapat berfungsi secara optimal menjelang penguatan sistem pengamanan di kawasan perkantoran pemerintah itu.
Peninjauan dilakukan langsung oleh Kepala Bagian Rumah Tangga Biro Umum Setda Papua Barat, Ivon Polhaupessy, S.E., M.Si., bersama Kepala Subbagian Urusan Dalam Daniel Apang, S.T., M.M., dan sejumlah staf. Tiga titik pos penjagaan yang diperiksa terdiri atas dua pos di bagian depan kantor gubernur dan satu pos di area belakang kantor.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Sekretaris Daerah Papua Barat, Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.TP., yang meminta dilakukan penataan serta pengecekan menyeluruh terhadap fasilitas keamanan di lingkungan Kantor Gubernur Papua Barat.
Dalam peninjauan itu, tim melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangunan hingga berbagai fasilitas dasar yang selama ini digunakan sebagai penunjang aktivitas petugas jaga. Pemeriksaan meliputi instalasi listrik, sistem penerangan, wastafel, kamar mandi, hingga kelayakan ruang penjagaan.
Ivon mengatakan seluruh fasilitas harus dipastikan berada dalam kondisi baik karena pos penjagaan digunakan selama 24 jam penuh dan tidak hanya pada jam kerja kantor.
“Seluruh fasilitas harus dipastikan berfungsi dengan baik karena pos ini digunakan selama 24 jam, bukan hanya pada jam kerja kantor,” ujar Ivon di sela-sela peninjauan, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, kesiapan fasilitas menjadi bagian penting dalam mendukung tugas aparat keamanan maupun personel Polri yang nantinya turut dilibatkan dalam pengamanan Kantor Gubernur Papua Barat. Kondisi pos penjagaan yang layak dinilai akan berpengaruh terhadap efektivitas dan kenyamanan petugas saat menjalankan tugas.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sejumlah fasilitas masih memerlukan perhatian, terutama pada aspek penerangan dan sanitasi yang selama ini kurang mendapat perawatan maksimal. Beberapa titik lampu dilaporkan tidak berfungsi optimal, sementara fasilitas pendukung lainnya mulai mengalami penurunan kondisi akibat intensitas penggunaan yang cukup tinggi.
Ivon menambahkan, pengecekan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif agar tidak ditemukan kendala ketika sistem pengamanan diberlakukan secara penuh selama 24 jam.
“Kami ingin memastikan personel yang berjaga merasa nyaman dan fasilitas dasar tersedia dengan baik,” katanya.
Selain memastikan fungsi fasilitas, peninjauan juga dilakukan untuk memetakan kebutuhan tambahan di masing-masing pos penjagaan. Hasil evaluasi itu nantinya akan menjadi dasar dalam proses perbaikan maupun pengadaan fasilitas penunjang keamanan di lingkungan Kantor Gubernur Papua Barat.
Penguatan sistem penjagaan di kawasan kantor gubernur dinilai penting mengingat kompleks perkantoran tersebut merupakan pusat aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik di Provinsi Papua Barat. Dengan fasilitas yang memadai, diharapkan sistem keamanan dapat berjalan lebih optimal serta mendukung kelancaran aktivitas pemerintahan sehari-hari. (red/rls)
