MANOKWARI, PinFunPapua.com – Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani, mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan memperkuat semangat persatuan, toleransi, serta solidaritas kebangsaan dalam momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 yang diperingati di Papua Barat, Selasa (20/5/2026).
Dalam keterangannya, Mohammad Lakotani mengungkapkan rasa syukur karena kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, khususnya di Papua Barat, hingga kini tetap terjaga dengan baik di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan zaman.
Ia mengatakan bahwa Papua Barat selama ini dikenal sebagai salah satu provinsi dengan tingkat toleransi yang sangat baik di Indonesia. Bahkan, daerah tersebut pernah memperoleh penghargaan sebagai provinsi dengan kehidupan masyarakat yang toleran.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa kohesi sosial masyarakat Papua Barat masih terpelihara dengan baik. Karena itu, momentum Hari Kebangkitan Nasional harus dimanfaatkan untuk terus merawat dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kita patut bersyukur karena kehidupan kebangsaan kita terus terjaga dan terawat sampai dengan hari ini. Papua Barat juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai provinsi yang sangat toleran di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa kohesi sosial masyarakat kita masih terjaga dengan baik,” ujar Lakotani.
Ia menegaskan bahwa semangat toleransi dan persatuan tersebut harus terus dipertahankan, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang dapat membawa dampak positif maupun negatif dalam kehidupan sosial masyarakat.
Menurut Lakotani, perkembangan teknologi informasi saat ini memiliki potensi besar untuk memengaruhi pola interaksi sosial masyarakat. Jika tidak disikapi secara bijak, arus informasi yang tidak terkendali dapat memicu perpecahan dan merusak tatanan kehidupan sosial.
Oleh sebab itu, ia menilai peringatan Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum penting untuk kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat solidaritas sebagai bangsa Indonesia.
“Perkembangan teknologi informasi saat ini sesungguhnya memiliki potensi untuk memporak-porandakan tatanan kehidupan sosial masyarakat apabila tidak disikapi dengan bijak. Karena itu, semangat kebersamaan harus terus kita jaga dan perkuat,” katanya.
Lakotani menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebagai sarana untuk mengingatkan kembali pentingnya nilai-nilai persatuan, solidaritas, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat
Ia berharap semangat kebangkitan nasional dapat menjadi modal utama bagi masyarakat Papua Barat dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman yang ada.
“Upacara peringatan seperti ini bertujuan untuk terus mengingatkan kembali, merawat kembali, dan mengajak kita semua agar terus memperkuat nilai-nilai kebersamaan serta solidaritas sebagai bangsa. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi modal besar dalam membangun masyarakat dan daerah kita,” tutupnya (red)
