FAKFAK,PinFunPapua.com – Respons cepat ditunjukkan Komandan Kodim 1803/Fakfak, Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd., saat turun langsung menangani aksi pemalangan jalan yang terjadi di ruas Jalan Fakfak–Bandara Siboru, tepatnya di Kampung Werpigang, Distrik Wartutin, Kabupaten Fakfak, Senin (8/6/2026).
Aksi pemalangan yang sempat menghambat aktivitas masyarakat dan akses menuju Bandara Siboru itu segera mendapat perhatian serius. Mendapat informasi terkait kejadian tersebut, Dandim 1803/Fakfak bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Fakfak langsung mendatangi lokasi dan melakukan pendekatan persuasif kepada pihak keluarga yang melakukan pemalangan.
Upaya mediasi kemudian dilaksanakan di kediaman Yusuf Kabes dalam suasana yang penuh kekeluargaan, terbuka, dan saling menghormati. Dalam dialog tersebut, seluruh pihak diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan mencari solusi terbaik demi kepentingan bersama.
Pada kesempatan itu, Letkol Inf Wahlin Rahman mengajak masyarakat untuk selalu mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan. Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama demi mendukung kelancaran pembangunan daerah.
“Mari kita selesaikan persoalan ini dengan musyawarah yang baik. Saya berjanji akan mengawal keputusan yang diambil hari ini bersama-sama. Semua langkah yang kita lakukan bertujuan untuk kemajuan daerah, namun keputusan akhir tetap berada di tangan Pemerintah Daerah,” tegas Dandim.

Komitmen tersebut mendapat respons positif dari seluruh pihak yang hadir. Berkat pendekatan humanis serta komunikasi yang baik, aksi pemalangan akhirnya berhasil diselesaikan dan ruas Jalan Fakfak–Bandara Siboru kembali dibuka untuk umum.
Dengan dibukanya kembali akses jalan tersebut, aktivitas masyarakat maupun pelayanan transportasi menuju Bandara Siboru dapat berjalan normal seperti sediakala.
Keberhasilan penyelesaian persoalan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga mampu menghadirkan solusi yang damai tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan. Semangat dialog dan kebersamaan kembali menunjukkan perannya sebagai fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Fakfak.
“Musyawarah adalah jembatan yang menghubungkan perbedaan menuju kesepahaman. Ketika semua pihak memilih duduk bersama dan mendengar satu sama lain, maka setiap persoalan akan lebih mudah menemukan jalan penyelesaiannya.”
(Penulis: Risman Bauw).
